Jawa Pos Radar Madiun - Penurunan harga baterai selama beberapa tahun terakhir semestinya menjadi kabar baik bagi calon pembeli mobil listrik.
Namun, kenyataannya harga kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di pasaran belum mengalami penurunan yang signifikan.
Temuan tersebut terungkap dalam studi terbaru International Council on Clean Transportation (ICCT) yang menganalisis perkembangan pasar otomotif di Jerman selama periode 2020 hingga 2025.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan biaya produksi baterai belum sepenuhnya diteruskan produsen menjadi harga jual yang lebih murah bagi konsumen.
Berdasarkan penelitian terhadap lebih dari 100.000 konfigurasi mobil penumpang yang dipasarkan di Jerman, biaya baterai kendaraan listrik secara riil telah turun sekitar 35 persen dalam lima tahun terakhir.
Meski demikian, setelah memperhitungkan faktor inflasi, bobot kendaraan, tenaga, kapasitas baterai, dan jarak tempuh, harga mobil listrik hanya turun sekitar 18 persen.
Baca Juga: The Dog Stars Tayang Agustus, Ridley Scott Hadirkan Kisah Bertahan Hidup yang Penuh Harapan
Sebagai perbandingan, harga mobil bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) justru mengalami kenaikan sekitar 2 persen pada periode yang sama.
ICCT menilai penurunan harga baterai memang menjadi faktor utama yang membantu menekan biaya produksi kendaraan listrik.
Namun, produsen memilih memanfaatkan efisiensi tersebut untuk meningkatkan kualitas produk dibanding memangkas harga jual secara signifikan.
Penghematan biaya produksi lebih banyak dialokasikan untuk menghadirkan baterai berkapasitas lebih besar agar jarak tempuh kendaraan semakin jauh.
Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk meningkatkan performa, menambah fitur keselamatan dan teknologi, hingga membiayai riset serta pengembangan generasi kendaraan listrik berikutnya.
Baca Juga: Skutik Kalcer! Yamaha Fazzio Special Edition Sunset Blue Resmi Hadir, Segini Harga OTR Madiun-Kediri
Fenomena lain yang ditemukan dalam studi tersebut adalah kenaikan harga rata-rata mobil listrik di pasar Jerman.
Pada 2020, harga rata-rata kendaraan listrik berada di kisaran 38.000 euro. Lima tahun kemudian, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 54.000 euro.
Namun, kenaikan itu bukan berarti setiap model mengalami lonjakan harga.
ICCT menjelaskan bahwa peningkatan nilai rata-rata dipengaruhi oleh semakin banyaknya pilihan model yang dipasarkan.
Jumlah model kendaraan listrik yang tersedia di Jerman meningkat tajam, dari 38 model pada 2020 menjadi 159 model pada 2025.
Sebagian besar penambahan berasal dari segmen menengah hingga premium yang memiliki harga lebih tinggi.
Sebaliknya, pilihan mobil listrik berukuran kecil dengan harga lebih terjangkau masih relatif terbatas.
Selama periode penelitian, segmen mini car dan small car hanya menyumbang sekitar 14 persen dari seluruh model battery electric vehicle (BEV) yang dipasarkan.
Meski penelitian ini berfokus pada pasar Jerman, temuan tersebut dinilai mencerminkan tren yang juga terjadi di industri kendaraan listrik global.
Penurunan biaya baterai memang membuka peluang menghadirkan mobil listrik yang lebih kompetitif.
Namun, dalam praktiknya produsen memanfaatkan efisiensi untuk meningkatkan spesifikasi, teknologi, dan jarak tempuh kendaraan sehingga nilai produknya meningkat tanpa harus menurunkan harga jual secara drastis. (naz)
Editor : Mizan Ahsani