Jawa Pos Radar Madiun - Selama lebih dari satu dekade, Lockheed Martin Skunk Works dan NASA telah berkolaborasi untuk mengatasi permasalahan utama dalam penerbangan komersial supersonik, yaitu fenomena sonic boom.
Mengapa Sonic Boom Menjadi Masalah?
Fenomena sonic boom atau dentuman sonik adalah adalah gelombang kejut di udara yang terjadi ketika pesawat yang terbang melebihi kecepatan suara mengubah tekanan, temperatur, serta densitas udara secara mendadak.
Gelombang berbentuk kerucut ini dapat merambat ke permukaan tanah, membuat pekak, dan dapat memecahkan kaca. Oleh karena itu, penerbangan supersonik komersial dilarang, karena dianggap berbahaya jika terbang di atas daerah berpenduduk.
Dari permasalahan tersebut, solusi muncul dengan sebuah pesawat eksperimental supersonik yang diharapkan mengatasi pekaknya sonic boom, yaitu pesawat eksperimental X-59.
Baca Juga: Mengapa Roket SpaceX Akan Menabrak Bulan? NASA Sebut Momen Langka Ini Jadi Kesempatan Riset
Tujuan Misi Quesst X-59
Dengan misi Quesst (Quiet SuperSonic Technology), Lockheed Martin sebagai kontraktor utama menciptakan pesawat dengan kode X-59 untuk membantu NASA dalam proses penelitian peredaman sonic boom.
Perdana terbang pada tanggal 28 Oktober 2025, X-59 direncanakan akan terus beroperasi dalam misi Quesst hingga tahun 2029.
Mengutip Lockheed Martin, beberapa pencapaian pesawat X-59 diantaranya:
- Ketinggian hingga 15,200 mdpl
- Kecepatan Mach 1.4 (17.287,2 km/jam)
- Peredaman sonic boom menjadi 75 PldB (seperti suara pintu mobil)
Cara Peredaman Sonic Boom Oleh X-59
Mengutip NASA, peredaman sonic boom dilakukan dengan cara mendesain badan pesawat yang lonjong dan ramping, disertai sayap canards, serta mesin yang diletakkan di atas badan pesawat.
Dengan desain badan pesawat tersebut, gelombang kejut yang dihasilkan akan menjadi terpisah sebelum mencapai permukaan tanah, sehingga suara sonic boom yang dihasilkan menjadi lebih senyap.
Baca Juga: NASA Batalkan Rencana Modul Inti ISS, Industri Antariksa Komersial Akhirnya Menang
Hasil dari Misi Quesst
Dalam waktu terakhir, X-59 mampu mengurangi volume sonic boom secara dramatis, dideskripsikan sebagai "detak jantung" supersonik dengan volume 75 PldB.
Sangat jauh berbeda dibandingkan dengan N-boom yang umumnya dihasilkan oleh pesawat supersonik lain pada umumnya.
Kedua pihak berharap misi Quesst tersebut dapat memberikan data yang dapat membantu untuk penelitian peredaman sonic boom
Keberhasilan dari misi tersebut dapat membuat penerbangan komersial supersonik diperbolehkan kembali, sehingga penerbangan akan menjadi lebih cepat dan mudah. (*)
*Syifa Fitria Hanifah, Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar MadiunSumber : Lockhed Martin, NASA