Jawa Pos Radar Madiun - Setang atau handlebar sepeda bukan sekadar tempat meletakkan tangan ketika mengayuh.
Komponen ini punya pengaruh besar terhadap kenyamanan, kontrol, posisi tubuh, hingga karakter sepeda saat digunakan.
Bentuk handlebar juga biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan medan yang akan dilalui.
Sepeda untuk menjelajahi jalur pegunungan tentu memiliki kebutuhan berbeda dibandingkan sepeda perkotaan, road bike, maupun BMX.
Karena itu, memahami jenis handlebar sepeda dan fungsinya bisa membantu pesepeda menentukan pilihan yang sesuai.
Setidaknya ada tiga tipe populer yang umum ditemui, yakni flat bar, drop bar, dan BMX handlebar.
Flat Bar, Andalkan Kontrol dan Stabilitas
Flat bar merupakan handlebar dengan bentuk relatif lurus dan hanya memiliki sedikit atau bahkan tanpa lengkungan.
Model tersebut banyak digunakan pada sepeda gunung atau MTB, hybrid, hingga beberapa jenis city bike.
Posisi tangan yang cenderung lebih lebar memberikan kontrol yang baik terhadap sepeda. Karakter tersebut membuat handling terasa stabil sekaligus responsif ketika menghadapi perubahan arah.
Flat bar bisa menjadi pilihan bagi pesepeda yang sering melewati kondisi jalan bervariasi.
Karakternya yang relatif mudah dikendalikan juga membuat tipe ini cocok bagi mereka yang baru mulai bersepeda.
Penggunaannya tidak terbatas untuk kebutuhan olahraga. Karakter kontrol yang ditawarkan membuat flat bar juga dapat digunakan pada sepeda untuk aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Google Maps Tambah AI di Ask Maps, Bisa Pesan Makanan dan Cari Tiket Konser
Drop Bar, Pilihan untuk Mengejar Kecepatan
Berbeda dari flat bar, drop bar mudah dikenali berkat bentuk setangnya yang melengkung ke bawah. Jenis handlebar tersebut identik dengan road bike, sepeda endurance, hingga gravel bike.
Salah satu keunggulannya adalah menyediakan beberapa pilihan posisi tangan. Pesepeda dapat mengubah posisi pegangan menyesuaikan kebutuhan selama perjalanan.
Bentuk drop bar juga memungkinkan tubuh mengambil posisi berkendara yang lebih aerodinamis.
Karakter tersebut membantu meningkatkan efisiensi ketika pesepeda ingin melaju dengan kecepatan tinggi.
Karena menyediakan variasi posisi tangan, drop bar juga relevan digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
Pesepeda yang banyak menghabiskan waktu di jalan beraspal atau mengejar kecepatan dapat mempertimbangkan tipe tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 40 Ribu, Tembus Rp 2,69 Juta per Gram
BMX Handlebar Dirancang Lebih Kokoh
BMX handlebar memiliki karakter berbeda karena penggunaannya memang ditujukan untuk sepeda BMX. Setang jenis ini memiliki rise tinggi dan dilengkapi crossbar atau palang pada bagian tengah.
Keberadaan palang tersebut membantu meningkatkan kekuatan struktur handlebar. Karakter itu dibutuhkan mengingat sepeda BMX kerap digunakan untuk melakukan berbagai manuver.
BMX handlebar digunakan baik untuk racing BMX maupun freestyle BMX.
Konstruksinya dirancang agar mampu menghadapi benturan sekaligus menahan beban ketika pesepeda melakukan manuver yang lebih ekstrem.
Dengan demikian, pemilihannya bukan sekadar berdasarkan penampilan. Kekuatan struktur menjadi salah satu pertimbangan utama sesuai karakter penggunaan sepeda BMX.
Ada Riser Bar hingga Bullhorn Bar
Pilihan handlebar sepeda sebenarnya tidak berhenti pada tiga jenis tersebut. Masih terdapat beberapa tipe lain seperti riser bar, butterfly bar, hingga bullhorn bar.
Masing-masing menawarkan karakter yang berbeda sesuai kebutuhan berkendara. Karena itu, tidak ada satu jenis handlebar yang dapat disebut paling baik untuk semua pesepeda.
Pemilihan sebaiknya mempertimbangkan gaya bersepeda dan medan yang paling sering dilalui.
Kebutuhan pesepeda yang rutin melaju di jalan raya bisa berbeda dengan mereka yang lebih sering menggunakan sepeda untuk perjalanan santai di perkotaan.
Handlebar yang sesuai pada akhirnya dapat membuat posisi berkendara terasa lebih nyaman sekaligus memberikan kontrol yang dibutuhkan.
Memahami karakter setiap jenis setang menjadi langkah sederhana sebelum menentukan sepeda yang paling sesuai dengan kebutuhan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani