Honda Digugat Konsumen Gara-Gara Fitur Sensing yang Diduga Bermasalah, Ini Alasannya

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:07 WIB
Ilustrasi hukum (JAWAPOS.COM)
Ilustrasi hukum (JAWAPOS.COM)

Jawa Pos Radar Madiun – Honda menghadapi gugatan konsumen di Amerika Serikat terkait dugaan masalah pada kamera depan yang menjadi bagian dari sistem keselamatan Honda Sensing. Penggugat menuding pabrikan asal Jepang itu telah mengetahui persoalan tersebut, tetapi tidak mengambil langkah memadai untuk memperbaikinya.

Dilansir dari CarsCoops, gugatan tersebut diajukan konsumen di Virginia dan berkaitan dengan kamera depan yang terpasang di bagian dalam kaca depan kendaraan.

Perangkat tersebut menjadi bagian penting dari Honda Sensing karena berfungsi membantu mendeteksi potensi bahaya, menjaga kendaraan tetap berada di jalur, hingga mendukung sistem untuk mengurangi risiko tabrakan.

Namun, penggugat menyebut kamera dan sistem terkait dapat mengalami malfungsi. Kondisi tersebut disebut bisa memicu sejumlah pesan peringatan hingga menyebabkan sistem keselamatan gagal berfungsi sepenuhnya.

Salah seorang konsumen yang menggugat mengatakan membeli Honda Clarity model tahun 2019. Pada Desember lalu, kendaraan tersebut mulai menampilkan banyak pesan peringatan terkait fungsi Honda Sensing.

Menurut pengakuannya, biaya untuk memperbaiki kamera dan sistem keselamatan hampir mencapai 3.000 dolar AS atau sekitar Rp53,3 juta.

Persoalannya, konsumen tersebut menyebut perbaikan tidak memberikan jaminan bahwa masalah yang sama tidak akan muncul kembali.

Baca Juga: Hasil Drawing Pembagian Grup Kualifikasi Piala Asia U-17 2027: Indonesia Dikepung 3 Negara ASEAN

Sejumlah Model Honda Ikut Disebut

Gugatan tersebut tidak hanya menyinggung Honda Clarity. Sejumlah model lain juga disebut memiliki persoalan serupa.

Di antaranya Honda Odyssey model tahun 2018–2025, Honda Pilot 2018–2025, Honda Civic 2022–2025, serta Honda HR-V pada sejumlah model tahun.

Gugatan diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Pusat California. Perkara itu muncul kurang dari dua bulan setelah gugatan terpisah dari kelompok konsumen lain terhadap Honda dengan dugaan masalah yang serupa.

Dalam gugatan kelompok tersebut, lima penggugat mengaku menerima berbagai pesan peringatan pada sistem kendaraan. Gangguan yang disebut mencakup sistem penahan rem, kontrol jelajah adaptif, hingga sistem mitigasi keluar jalur.

Sorotan utama perkara tersebut berada pada kamera depan Honda Sensing, yang menjadi salah satu komponen penting dalam rangkaian fitur bantuan pengemudi.

Karena kamera berfungsi membaca kondisi di depan kendaraan, gangguan pada sistem tersebut berpotensi memengaruhi sejumlah fitur keselamatan sekaligus.

Namun, tuduhan dalam gugatan tersebut masih menjadi bagian dari proses hukum. Klaim mengenai pengetahuan Honda terhadap masalah maupun cakupan kendaraan terdampak masih harus diuji lebih lanjut melalui proses pengadilan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
honda sensing honda digugat honda fitur keselamatan otomotif