Polygon Siskiu T vs Collosus T, Apa Bedanya? Ini Spesifikasi dan Harga Terbaru Kedua MTB

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:34 WIB
Sepeda trail Polygon Siskiu T7 dibekali rangka alloy ringan dan suspensi RockShox, tangguh menaklukkan medan off-road. (RODALINK)
Sepeda trail Polygon Siskiu T7 dibekali rangka alloy ringan dan suspensi RockShox, tangguh menaklukkan medan off-road. (RODALINK)

Jawa Pos Radar Madiun - Sama-sama berstatus sebagai sepeda gunung trail, Polygon Siskiu T dan Polygon Collosus T ternyata membawa karakter yang berbeda. Pilihannya bukan sekadar menentukan spesifikasi lebih tinggi, tetapi menyesuaikan sepeda dengan medan dan gaya berkendara.

Siskiu T dirancang sebagai trail mountain bike serbaguna dengan karakter ringan, lincah, dan efisien.

Sementara Collosus T diarahkan untuk pengendara yang gemar menaklukkan jalur lebih teknis, mulai turunan curam, bebatuan, hingga lintasan penuh akar.

Perbedaan karakter tersebut ikut berpengaruh terhadap spesifikasi dan harga. Berdasarkan informasi yang disertakan, harga Polygon Siskiu T berada di kisaran Rp 20 juta hingga lebih dari Rp 33 juta untuk wilayah Pulau Jawa, tergantung variannya.

Sementara harga Polygon Collosus T memiliki rentang lebih lebar, mulai sekitar Rp 28 juta hingga Rp 75 juta, bergantung model dan spesifikasi.

Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Diikuti 176 Tim SMA se-Jatim, Madiun Raya Siap Gelar Babak Penyisihan

Polygon Siskiu T, Serbaguna untuk Berbagai Jalur

Polygon Siskiu T menjadi pilihan bagi pesepeda yang menginginkan satu MTB untuk menjelajahi beragam karakter lintasan.

Seluruh lini Siskiu T menggunakan frame ALX Alloy yang dikombinasikan dengan travel suspensi depan mulai 140 mm. Racikan tersebut ditujukan untuk menghasilkan keseimbangan antara bobot, efisiensi saat menanjak, dan kontrol ketika memasuki medan lebih teknis.

Karakter itu juga membuat Siskiu T menarik bagi rider yang mulai beralih dari cross-country atau XC menuju trail riding.

Siskiu T menggunakan sistem suspensi Faux Bar. Sistem tersebut mengedepankan konstruksi ringan dan sederhana, kebutuhan perawatan relatif rendah, serta efisiensi kayuhan.

Pilihan groupset-nya menyesuaikan masing-masing varian. Polygon menyediakan Shimano CUES, Deore, hingga SLX pada lini tersebut.

Baca Juga: Debut Langsung Juara! SMA Santo Agustinus Kediri A Juara AZA 3x3 Competition 2026, Christian MVP

Collosus T Dibuat untuk Medan Lebih Ganas

Karakter berbeda ditawarkan Polygon Collosus T. MTB ini dikembangkan untuk menghadapi medan yang lebih agresif dan teknis.

Lintasan berbatu, akar pohon, turunan curam, hingga medan yang menuntut traksi dan kestabilan tinggi menjadi habitat yang dituju Collosus T.

Tergantung variannya, Collosus T tersedia dengan frame ALX Alloy maupun ACX Carbon. Travel suspensinya bahkan mencapai 160 mm, lebih panjang dibandingkan Siskiu T.

Geometri yang lebih agresif juga menjadi bagian penting dari karakternya. Konfigurasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kontrol ketika rider menghadapi lintasan teknis.

Baca Juga: Honda Digugat Konsumen Gara-Gara Fitur Sensing yang Diduga Bermasalah, Ini Alasannya

Faux Bar vs Independent Floating Suspension

Perbedaan besar lainnya terdapat pada sistem suspensi belakang. Polygon Siskiu T mengandalkan Faux Bar, sedangkan Polygon Collosus T menggunakan Independent Floating Suspension atau IFS.

Faux Bar pada Siskiu T mengutamakan kesederhanaan dan efisiensi kayuhan. Karakter tersebut cocok untuk pesepeda yang menghadapi kombinasi tanjakan dan trail dengan tingkat kesulitan bervariasi.

IFS pada Collosus T memiliki orientasi berbeda. Sistem tersebut dirancang untuk memberikan traksi dan kestabilan lebih baik ketika sepeda melibas medan kasar serta sulit diprediksi.

Secara sederhana, Siskiu T lebih berorientasi pada kelincahan dan efisiensi. Collosus T menawarkan kontrol dan kemampuan lebih tinggi ketika medan semakin ekstrem.

Baca Juga: 30 Tahun Straight Answer, One Blood We Bleed #8 Siap Panaskan Nganjuk pada 5 September

Pilihan Groupset Collosus T Lebih Luas

Perbedaan karakter juga tercermin pada pilihan groupset.

Siskiu T tersedia menggunakan Shimano CUES, Deore, atau SLX tergantung model. Kombinasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan perpindahan gigi yang andal pada penggunaan trail ringan hingga menengah.

Collosus T menawarkan opsi yang lebih luas. Selain Shimano CUES, Deore, dan SLX, sejumlah variannya tersedia dengan Shimano XTR hingga SRAM GX dan SRAM Eagle.

Konfigurasi tersebut memperlihatkan posisi Collosus T yang juga menyasar rider dengan tuntutan performa lebih tinggi.

Baca Juga: Back to Back! Smariduta Kembali Juara AQUA DBL Dance 2026 East Java-West

Polygon Siskiu T atau Collosus T?

Pilihan akhirnya bergantung pada kebutuhan rider. Polygon Siskiu T lebih cocok bagi pengguna yang mencari MTB ringan, lincah, dan efisien untuk menjelajahi berbagai karakter trail.

Siskiu T juga bisa menjadi opsi bagi pesepeda XC yang mulai serius menjajal trail riding tanpa langsung menggunakan sepeda dengan karakter terlalu agresif.

Sebaliknya, Polygon Collosus T lebih sesuai bagi rider yang rutin menghadapi rock garden, lintasan penuh akar, turunan curam, maupun medan teknis lain yang membutuhkan travel suspensi lebih panjang dan karakter sepeda lebih agresif.

Pertimbangan bujet juga cukup menentukan.

Dengan kisaran harga mulai Rp 20 jutaan, Siskiu T menawarkan pintu masuk lebih rendah. Sedangkan Collosus T memiliki pilihan hingga sekitar Rp 75 juta untuk model dan spesifikasi tertentu.

Jadi, bukan semata mencari mana yang lebih mahal atau memiliki spesifikasi lebih tinggi. Siskiu T dan Collosus T dikembangkan untuk kebutuhan berbeda. Rider tinggal menentukan karakter medan yang paling sering dihadapi dan gaya berkendara yang diinginkan sebelum menjatuhkan pilihan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
polygon siskiu polygon collosus spesifikasi harga sepeda gunung