Twitter yang Lama Terlahir Kembali: Jadi Pesaing X, Pengguna Harus Bayar Rp 355 Ribu

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 06:26 WIB
Media sosial Twitter terlahir kembali namun bukan afiliasi dari X.
Media sosial Twitter terlahir kembali namun bukan afiliasi dari X.

Jawa Pos Radar Madiun – Nama Twitter kembali muncul di tengah persaingan media sosial. Namun, Twitter kali ini bukan perubahan nama dari X milik Elon Musk, melainkan platform baru yang menegaskan berdiri secara independen dan mengambil posisi sebagai pesaing X.

Platform tersebut disiapkan oleh Operation Bluebird, perusahaan rintisan yang melibatkan Stephen Coates. Dia merupakan mantan penasihat hukum Twitter sebelum platform tersebut diakuisisi Elon Musk dan kemudian berganti nama menjadi X.

Mengutip Engadget, Coates memperkenalkan kehadiran media sosial baru itu melalui LinkedIn. Platform tersebut hadir melalui situs Twitter.now dan membawa kembali identitas visual biru yang identik dengan Twitter sebelum berubah menjadi X.

Logo burung juga kembali digunakan. Namun, bentuknya tidak sama persis dengan logo Twitter terdahulu karena burung tersebut digambarkan memiliki tambahan bulu.

Klaim Tak Berafiliasi dengan X

Peluncuran Twitter baru berlangsung di tengah sengketa merek dagang dengan Elon Musk dan X. Seorang hakim masih mempertimbangkan permintaan perintah sementara yang diajukan pihak X terhadap pengembang platform tersebut.

“Kami telah menunggu berbulan-bulan untuk meluncurkan produk ini, dan kami tidak akan menunggu lagi,” kata Coates kepada Ars Technica.

Operation Bluebird berpandangan proyek mereka legal karena Twitter lama telah diubah menjadi X setelah diakuisisi Musk pada 2022. Mereka menilai perubahan tersebut membuat sejumlah identitas lama Twitter telah ditinggalkan.

Musk dan X kemudian menggugat kelompok tersebut di pengadilan federal Delaware. Kasus hukumnya hingga kini masih bergulir.

Dalam putusan pendahuluan pada April, Hakim Pengadilan Distrik Colm Connolly menyatakan belum menemukan bukti kredibel yang diajukan X mengenai penggunaan istilah “tweet” maupun logo burung.

Coates menilai putusan pendahuluan tersebut memberikan ruang bagi Operation Bluebird untuk melanjutkan proyeknya.

“Menurut pendapat kami, X telah melepaskan haknya atas merek dagang Twitter dan tweet,” ujarnya.

Platform tersebut juga secara eksplisit menyatakan tidak mempunyai hubungan dengan X Corp. Coates kembali menegaskan melalui LinkedIn bahwa Twitter baru sama sekali tidak berafiliasi dengan X.

Baca Juga: Hasil Bilal Hasan di UFC Fight Night 286: Indoninja Menang KO di Ronde 2

Punya AI Vera untuk Periksa Fakta Unggahan

Tak sekadar menghidupkan kembali identitas lama Twitter, Operation Bluebird mencoba menawarkan pendekatan berbeda terhadap persoalan media sosial modern.

“Media sosial menjadi sangat kuat, tetapi di suatu titik orang-orang yang menggunakannya kehilangan kendali,” demikian salah satu pernyataan misinya.

Salah satu fitur yang ditawarkan adalah perangkat kecerdasan buatan bernama Vera. Nama tersebut merupakan singkatan dari veracity engine for real-time analysis atau mesin verifikasi untuk analisis waktu nyata.

Vera dirancang untuk melakukan pemeriksaan fakta secara otomatis terhadap unggahan. Tujuannya membantu pengguna mengetahui tingkat kebenaran informasi yang mereka baca sebelum memberikan respons.

Namun, pengembang mengakui model Vera masih berada pada tahap awal. Sejumlah kekurangan masih perlu diperbaiki sebelum teknologi tersebut dapat bekerja lebih optimal.

Mau Jadi Pengguna Awal? Bayar Rp 355 Ribu

Perbedaan lain muncul pada sistem akses. Alih-alih langsung dibuka secara gratis, Twitter baru menerapkan akses berbayar bagi pengguna yang ingin bergabung pada tahap awal.

Biayanya sebesar 20 dolar AS atau sekitar Rp 355 ribu. Pengguna yang membayar mendapatkan akses sekaligus status sebagai founder.

Menurut pengembang, pungutan tersebut bukan semata-mata skema berlangganan. Biaya masuk diklaim menjadi salah satu mekanisme untuk menghambat akun bot sekaligus mempertahankan independensi platform.

Twitter baru beralasan akses berbayar membantu membuktikan bahwa terdapat manusia sungguhan di balik sebuah akun.

Meski demikian, sistem tersebut belum tentu menjadi model permanen. Pengembang menyatakan akses akan dibuka kepada lebih banyak pengguna pada masa mendatang.

Kemunculan Twitter baru pun membuka babak berbeda dalam persaingan media sosial. Selain harus membangun basis pengguna dari awal, Operation Bluebird masih menghadapi sengketa hukum dengan X yang akan menentukan sejauh mana identitas Twitter lama dapat mereka gunakan. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
x twitter.now elon musk media sosial twitter