Bencana Datang tanpa Mengenal Waktu, Ini Daftar Isi Tas Siaga untuk Kondisi Darurat

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 06:52 WIB
Ilustrasi tas darurat bencana. (WIRED)
Ilustrasi tas darurat bencana. (WIRED)

Jawa Pos Radar Madiun – Bencana dapat terjadi tanpa banyak waktu untuk bersiap. Ketika kondisi darurat memaksa seseorang meninggalkan rumah dengan cepat, mencari dokumen, obat-obatan, makanan, atau perlengkapan lain satu per satu tentu bukan pilihan ideal.

Itulah pentingnya memiliki tas siaga bencana yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Tas tersebut ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau sehingga bisa langsung dibawa ketika harus melakukan evakuasi.

Isi tas perlu disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga dan kebutuhan masing-masing. Persediaannya idealnya mampu menunjang kebutuhan setidaknya selama tiga hari.

Dilansir dari Good Housekeeping, berikut sejumlah perlengkapan darurat yang perlu dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam tas siaga.

1. Air Minum

Air menjadi kebutuhan utama dalam kondisi darurat. Persediaan yang dianjurkan sekitar satu galon atau kurang lebih 3,8 liter untuk setiap orang per hari.

Karena membawa air dalam jumlah besar tidak selalu praktis saat evakuasi, filter air portabel atau bahan pemurni air dapat dipertimbangkan sebagai perlengkapan tambahan.

Siapkan pula botol minum yang kuat dan tidak mudah bocor. Dalam sumber tersebut, kapasitas sekitar 24–26 ons atau kurang lebih 710–770 mililiter menjadi salah satu pilihan.

2. Makanan Tahan Lama dan Tinggi Protein

Pilih makanan yang awet, mudah dikonsumsi, dan memberikan asupan energi. Beberapa pilihannya antara lain kacang-kacangan, tuna, salmon, selai kacang, campuran kacang, susu bubuk, buah kering, dan protein bar.

Makanan kaleng juga dapat disiapkan. Jika memungkinkan, pilih produk dengan kandungan sodium lebih rendah dan kemasan yang sesuai untuk penyimpanan.

Jangan lupa memastikan makanan bisa dikonsumsi dengan mudah ketika akses terhadap listrik, air, maupun fasilitas memasak terbatas.

3. Obat-obatan dan Kotak P3K

Kotak P3K menjadi perlengkapan penting lainnya. Isinya dapat mencakup perban, kompres dingin, obat pereda nyeri, dan kebutuhan pertolongan pertama lainnya.

Obat-obatan yang memang dibutuhkan anggota keluarga juga perlu dipersiapkan sesuai kebutuhan masing-masing.

Periksa persediaan secara berkala. Jangan sampai obat atau perlengkapan medis sudah kedaluwarsa ketika kondisi darurat terjadi.

Baca Juga: Kredit BRI Tumbuh 16,2 Persen, NPL Turun Jadi 2,9 Persen di Kuartal II 2026

4. Dokumen Penting dan Uang

Dokumen identitas dan dokumen penting lainnya perlu dipersiapkan agar mudah dibawa ketika harus meninggalkan rumah.

Simpan dokumen bersama uang dalam kantong plastik kedap air yang dapat ditutup kembali. Cara tersebut membantu melindunginya dari air maupun kelembapan selama proses evakuasi.

Dokumen yang tidak harus selalu berada di dalam tas dapat dimasukkan sesaat sebelum berangkat. Salah satunya SIM.

5. Perlengkapan Kebersihan dan Perlindungan

Kondisi pengungsian bisa membuat akses terhadap fasilitas kebersihan menjadi terbatas. Karena itu, isi tas siaga bencana juga perlu mempertimbangkan kebutuhan sanitasi.

Perlengkapan yang dapat disiapkan meliputi masker N95, tisu disinfektan, tisu bayi, popok jika diperlukan, serta perlengkapan kebersihan pribadi.

Pemutih dan kantong sampah juga masuk dalam daftar perlengkapan yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan.

6. Peralatan Multifungsi

Ruang di dalam tas tentu terbatas sehingga peralatan multifungsi bisa menjadi pilihan praktis.

Pilih alat yang memiliki beberapa fungsi sekaligus, misalnya gunting, pembuka kaleng, tang, dan obeng. Pita perekat tahan air juga dapat disertakan untuk membantu berbagai kebutuhan darurat.

Baca Juga: Aspar Team Posting Foto Veda Ega Pratama, Kode Duetkan dengan Maximo Quiles Musim Depan?

7. Radio hingga Sumber Penerangan

Akses internet dan jaringan telekomunikasi berpotensi terganggu saat terjadi bencana. Radio kecil dapat digunakan untuk memperoleh informasi darurat ketika saluran komunikasi lainnya tidak tersedia.

Sediakan pula lampu kepala atau headlamp dan penerangan portabel. Baterai cadangan, termasuk baterai AAA untuk perangkat yang membutuhkannya, jangan sampai terlupakan.

Selimut ringan tahan air, korek atau pemantik api, serta peluit juga dapat dimasukkan. Peluit dapat membantu menarik perhatian petugas maupun orang lain ketika seseorang membutuhkan pertolongan.

Barang yang Diambil Sesaat Sebelum Evakuasi

Tidak semua kebutuhan harus terus-menerus disimpan di dalam tas. Ada sejumlah barang yang bisa dimasukkan ketika peringatan evakuasi diberikan dan kondisi masih memungkinkan.

Barang tersebut antara lain SIM, kacamata atau lensa kontak, sepatu yang nyaman, pakaian sesuai kondisi cuaca, ponsel, serta pengisi daya.

Keluarga dengan bayi juga perlu memperhitungkan susu formula dan kebutuhan khusus lainnya. Karena itu, tidak ada satu komposisi tas siaga bencana yang sepenuhnya sama untuk setiap keluarga.

Pilih Tas yang Mudah Dibawa

Ransel dapat menjadi pilihan praktis karena relatif mudah dibawa sekaligus mampu menampung berbagai kebutuhan.

Apabila memiliki ruang lebih dan proses evakuasi menggunakan kendaraan, wadah penyimpanan plastik dapat menjadi tempat tambahan untuk membawa persediaan.

Buat pula daftar seluruh perlengkapan yang telah disiapkan. Daftar tersebut bisa disimpan di saku ransel atau ditempelkan pada tutup wadah penyimpanan sehingga barang lebih mudah diperiksa dan ditemukan.

Setelah perlengkapan darurat lengkap, simpan tas di tempat yang mudah dijangkau. Sebisa mungkin jangan menggunakan barang di dalamnya untuk kebutuhan sehari-hari agar persediaan tetap tersedia ketika benar-benar diperlukan.

Pemeriksaan tas juga perlu dilakukan secara rutin, setidaknya setahun sekali. Cek tanggal kedaluwarsa makanan, obat, baterai, maupun barang lain dan segera ganti persediaan yang sudah tidak layak.

Barang bernilai atau yang rawan dicuri sebaiknya tetap disimpan secara aman. Dengan persiapan tersebut, kebutuhan dasar sudah lebih siap ketika seseorang dan keluarganya harus melakukan evakuasi dalam waktu singkat. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
situasi darurat tas siaga kondisi darurat bencana