Jawa Pos Radar Madiun – Toyota menyiapkan perubahan besar untuk Lexus di era kendaraan listrik. Merek premium asal Jepang itu bakal memproduksi EV baru di China sekaligus mengandalkan teknologi gigacasting yang lebih dulu populer lewat Tesla.
Langkah tersebut menjadi babak baru bagi Lexus. Selama ini sebagian besar model Lexus diproduksi di Jepang dan merek tersebut belum memiliki basis produksi sendiri di China.
Dilansir Drive, Minggu (6/9), produksi di luar Jepang sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru bagi Lexus. Sejumlah kendaraan untuk memenuhi pasar Amerika Utara telah dibuat di Amerika Serikat dan Kanada.
Namun, strategi di China berbeda. Lexus berpeluang untuk pertama kalinya memperkenalkan teknologi produksi baru di pasar di luar Jepang sebelum sistem serupa berpotensi diterapkan di negara asalnya.
Salah satu teknologi yang menjadi kunci pengembangan EV baru Lexus adalah gigacasting. Metode produksi tersebut memungkinkan sejumlah bagian struktur bodi yang sebelumnya dibuat secara terpisah digabungkan menjadi satu komponen cetakan berukuran besar.
Teknologi serupa lebih dulu mendapat perhatian setelah diterapkan Tesla.
Baca Juga: Investor Tiongkok Lirik Kabupaten Madiun, Sampah Plastik Bakal Jadi Bahan Baku
Bagi produsen kendaraan, penyederhanaan jumlah komponen dapat memberikan keuntungan dari sisi proses manufaktur sekaligus bobot kendaraan.
Metode gigacasting disebut berpotensi mengurangi bobot komponen bodi hasil pengepresan hingga 20 persen. Kekakuan struktur juga dapat ditingkatkan sekaligus menekan bobot keseluruhan kendaraan.
Pengurangan bobot menjadi salah satu aspek penting pada kendaraan listrik karena berpotensi membantu meningkatkan efisiensi energi dan jarak tempuh.
Toyota sebenarnya telah mengungkap rencana mengadopsi metode konstruksi modular tersebut sejak 2023. Konsepnya membagi struktur bodi kendaraan menjadi tiga komponen gigacasting utama.
Pendekatan serupa juga mulai dilirik produsen lain. Ford, misalnya, mengembangkan metode perakitan tiga bagian untuk Universal Electric Vehicle Platform.
Hanya saja, Lexus belum mengumumkan model pertama yang akan menggunakan platform dengan teknologi gigacasting tersebut.
Baca Juga: Festival Trendvault Vaganza Hadir di Kota Madiun, 50 Tenant Fashion hingga Hiburan
Hal lain yang menarik adalah strategi produksi EV baru Lexus di China.
Toyota disebut akan mengoperasikan basis produksi yang dimiliki sepenuhnya oleh perusahaan, bukan melalui skema perusahaan patungan seperti yang lazim dilakukan produsen asing di negara tersebut.
Pabrik baru Lexus di Shanghai dijadwalkan mulai berproduksi pada awal 2027. Kapasitas tahap awal disebut sekitar 1.000 kendaraan per bulan sebelum ditingkatkan menjadi puluhan ribu unit per tahun pada 2028.
Keberadaan fasilitas produksi lokal membuat Lexus berada lebih dekat dengan ekosistem kendaraan listrik China. Negara tersebut saat ini memiliki rantai pasok EV yang luas, mulai komponen, baterai, hingga proses manufaktur.
Strategi tersebut juga berpotensi membantu Lexus menawarkan kendaraan dengan harga lebih kompetitif.
Produksi lokal membuat kendaraan tidak terbebani bea impor sekaligus membuka akses terhadap rantai pasok dan proses perakitan yang lebih efisien.
Baca Juga: JISOO BLACKPINK Rilis “CLICK”, Lagu Pop Romantis tentang Chemistry yang Sulit Dilawan
Pasar China menjadi arena penting bagi Lexus karena merek-merek mobil mewah lokal semakin agresif menawarkan kendaraan elektrifikasi dengan teknologi dan harga kompetitif.
Toyota sendiri telah menawarkan sejumlah model elektrifikasi khusus pasar China. Namun, kendaraan-kendaraan tersebut selama ini diproduksi melalui perusahaan patungan bersama mitra lokal.
EV baru Lexus diperkirakan mengambil pendekatan berbeda.
Selain menjadi salah satu model yang membuka babak produksi Lexus di China, kendaraan tersebut berpotensi menjadi laboratorium bagi teknologi manufaktur yang kelak dapat digunakan lebih luas oleh Lexus maupun Toyota.
Meski demikian, model perintis itu diperkirakan tetap dipasarkan khusus untuk China. Lexus belum mengungkap identitas, spesifikasi, harga, maupun kemungkinan penjualannya di pasar global.
Jika strategi tersebut berjalan sesuai rencana, EV baru Lexus bukan sekadar menambah portofolio mobil listrik Toyota. Model itu juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mengubah cara kendaraan listrik dirancang dan diproduksi untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di China. (naz)
Editor : Mizan Ahsani