Jawa Pos Radar Madiun - Kehadiran iPhone Duo dan Samsung Galaxy Z Fold 8 secara resmi membawa persaingan pasar ponsel lipat kelas premium ke level yang sama sekali baru.
Apple akhirnya memasuki kategori produk yang selama bertahun-tahun dibentuk oleh Samsung, sementara Samsung merespons dengan desain yang lebih ramping, ringan, dan tetap fokus pada aspek produktivitas.
Bagi konsumen yang bersedia merogoh kocek puluhan juta rupiah, pilihan di antara kedua gawai ini bukan lagi sekadar soal ukuran layar, melainkan pendekatan ekosistem yang ditawarkan.
Desain dan Ketahanan Bodi
Apple menghadirkan iPhone Duo dengan material yang sangat mewah, menggabungkan bingkai titanium dengan kaca Ceramic Shield dan sertifikasi ketahanan air IP68.
Secara fisik, perangkat ini terasa seperti iPhone berukuran besar yang disulap menjadi tablet.
Di sisi lain, Samsung mengandalkan perpaduan Armor Aluminum, perlindungan Gorilla Glass, dan sertifikasi IP48.
Meski Apple unggul pada nuansa material premium dan ketahanan air, Galaxy Z Fold 8 terasa lebih matang sebagai perangkat produktivitas dengan desain yang sudah sangat teruji.
Baca Juga: Dua Titik Rawan Banjir Kota Madiun Baru Ditangani 2027, Ini Kendalanya
Kualitas Layar dan Visual
Kedua perangkat sama-sama dibekali layar utama berukuran 7,6 inci dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan puncak mencapai 3.000 nits.
Namun, Apple berani tampil beda dengan menyematkan lapisan Nano Texture dan pelapis anti-pantulan pada layar OLED-nya.
Teknologi matte ini memberikan pengalaman visual yang jauh lebih premium, terutama saat digunakan untuk membaca atau berada di bawah terik matahari.
Sementara itu, layar Dynamic AMOLED 2X milik Samsung hadir dengan rasio 4:3 yang lebih kotak dan ramah untuk kebutuhan multitasking. Untuk layar luar (cover screen), Samsung sedikit lebih besar dengan ukuran 5,5 inci dibandingkan iPhone Duo yang berukuran 5,4 inci.
Performa dan Kapasitas Penyimpanan
Sektor dapur pacu menjadi area pertarungan teknologi cip paling mutakhir di industri ponsel saat ini.
iPhone Duo ditenagai oleh cip A20 Pro berfabrikasi 2 nanometer yang sangat bertenaga, dipadukan dengan RAM 12GB dan opsi penyimpanan masif hingga 2TB.
Galaxy Z Fold 8 merespons dengan cip Snapdragon 8 Elite Gen 5 berfabrikasi 3 nanometer, RAM lebih besar hingga 16GB, dan penyimpanan maksimal 1TB.
Meski RAM Samsung lebih besar, arsitektur cip generasi baru dan opsi penyimpanan 2TB membuat Apple sedikit lebih unggul di atas kertas.
Baca Juga: Ringan dan Anti Lemot, Google Rilis Aplikasi Gemini Khusus Windows dengan Fitur Terintegrasi
Kamera, Baterai, dan Fitur Pendukung
Keduanya menawarkan sistem kamera kelas atas, namun dengan fokus yang berbeda:
-
Kamera: iPhone Duo mengandalkan sensor ganda 48MP (utama dan ultrawide) dengan fitur rekam ProRes dan Spatial Video yang sangat memanjakan kreator konten. Samsung hadir dengan sensor ganda 50MP dan kemampuan rekam hingga 8K 30fps.
-
Kamera Depan: Apple menyematkan kamera di bawah layar (under-display) untuk tampilan yang lebih bersih, sedangkan Samsung menggunakan kamera 10MP.
-
Baterai: Samsung unggul dengan kapasitas 4.800mAh dan pengisian daya cepat 45W, mengalahkan pengisian daya nirkabel 25W milik Apple.
-
Produktivitas: Galaxy Z Fold 8 menang telak melalui dukungan S Pen, fitur Samsung DeX, dan fleksibilitas sistem operasi One UI 9. iPhone Duo mengandalkan fitur multitasking bawaan dari iOS 27.
-
Konektivitas: Keduanya mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6, namun Apple memiliki nilai tambah berupa fitur satelit darurat.
Harga dan Kesimpulan Akhirnya
iPhone Duo dipasarkan dengan harga sekitar $2.000 (kisaran Rp30 jutaan), sementara Samsung Galaxy Z Fold 8 dibanderol sedikit lebih murah di angka $1.900 (kisaran Rp28,5 jutaan).
Bagi konsumen yang mencari material bodi premium, kualitas layar anti-reflective canggih, dan ekosistem Apple yang mulus, iPhone Duo adalah pemenang mutlak.
Namun, bagi pengguna kelas pekerja yang membutuhkan nilai uang terbaik dengan fokus pada produktivitas menyeluruh, fleksibilitas S Pen, dan Samsung DeX, Galaxy Z Fold 8 tetap menjadi raja ponsel lipat yang paling masuk akal untuk dipinang.
Editor : Mizan Ahsani