Jawa Pos Radar Madiun - Raksasa teknologi Apple mengambil langkah strategis yang tidak wajar dengan menaikkan harga jual sejumlah model iPhone generasi sebelumnya.
Kebijakan penyesuaian harga untuk lini iPhone 17, iPhone 17e, iPhone Air, dan iPhone 16 ini diterapkan tidak lama setelah perusahaan resmi meluncurkan seri iPhone 18 Pro dan iPhone Duo ke pasaran.
Langkah ini juga beriringan dengan keputusan Apple untuk menghentikan penjualan langsung model iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max melalui saluran resmi mereka.
Rincian Kenaikan Harga di Pasar Global
Di pasar Amerika Serikat, lonjakan harga untuk model-model lawas tersebut dipatok rata-rata meningkat sekitar 100 dolar AS atau setara dengan Rp1,7 juta.
Berikut adalah rincian pembaruan harga dasar iPhone seri sebelumnya di pasar Amerika Serikat:
-
iPhone Air: Naik menjadi 1.099 dolar AS (sekitar Rp19,3 juta).
-
iPhone 16 (varian 128GB): Naik menjadi 799 dolar AS (sekitar Rp17 juta).
-
iPhone 17: Naik menjadi 899 dolar AS (sekitar Rp15,8 juta).
-
iPhone 17e: Naik menjadi 699 dolar AS (sekitar Rp12,3 juta).
Tren kenaikan serupa juga terpantau di pasar India.
Harga iPhone Air kini menyentuh 149.900 rupee (sekitar Rp27,6 juta), iPhone 17 di angka 99.900 rupee (sekitar Rp18,4 juta), iPhone 16 mulai dari 89.900 rupee (sekitar Rp16,5 juta), dan iPhone 17e dipasarkan seharga 79.900 rupee (sekitar Rp14,7 juta).
Baca Juga: Link dan Cara Lihat Hasil OMI Kemenag 2026, Adakah Namamu?
Faktor Pemicu Anomali Harga
Kondisi ini terbilang sebagai sebuah anomali pemasaran, mengingat Apple secara tradisi selalu memangkas harga iPhone generasi sebelumnya setiap kali memperkenalkan model baru.
Perubahan strategi ini secara langsung mencerminkan imbas dari melonjaknya biaya produksi komponen perangkat keras di industri ponsel pintar global.
Kenaikan harga model-model iPhone tersebut sangat dikaitkan dengan krisis pasokan cip memori yang terbatas di pasaran.
Kelangkaan ini dipicu oleh tingginya pesanan dari pusat data (data center) demi menunjang pengembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Sebelumnya, tekanan membengkaknya biaya produksi ini juga telah memaksa Apple untuk mengerek harga jual pada lini produk lainnya, seperti Mac, iPad, hingga speaker pintar HomePod.
Kendati harga ritel resmi merangkak naik, pelanggan diimbau untuk tidak khawatir.
Konsumen masih bisa menyiasati pembelian perangkat Apple dengan harga yang lebih miring dengan memanfaatkan berbagai penawaran paket dari operator seluler maupun program tukar tambah (trade-in). (naz)