Rilis Tahun Depan, BYD Mulai Uji Coba Baterai Solid State untuk Mobil Listrik Premium

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 10:42 WIB
Ilustrasi baterai mobil listrik. (FACEBOOK)
Ilustrasi baterai mobil listrik. (FACEBOOK)

Jawa Pos Radar Madiun - Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, semakin serius mempercepat era baru teknologi kendaraan listrik dengan terobosan inovasi penyimpan daya.

Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, secara resmi mengonfirmasi bahwa perusahaan akan mulai memasang baterai berteknologi solid-state ke jajaran mobilnya mulai tahun depan.

Pengumuman penting yang menegaskan posisi BYD di industri ini disampaikan oleh Li dalam sebuah wawancara khusus di Valencia, Spanyol.

Ambisi BYD di Garis Depan

Berdasarkan laporan Car News China, pernyataan Li saat ini difokuskan sebagai target demonstrasi jangka pendek untuk membuktikan kapabilitas perusahaan.

Meski belum menetapkan jadwal peluncuran ritel secara pasti, Li sangat percaya diri dengan riset mendalam BYD terhadap teknologi baterai termutakhir tersebut.

"Jadi berbicara tentang baterai solid-state, BYD berada di posisi terdepan; kami berada di posisi terdepan untuk lini komersial, dan untuk teknologinya," tegas Li.

"Jadi, untuk membuktikannya, bahkan tahun depan kami akan memiliki satu model yang akan menjadi model pertama dengan teknologi ini," tambahnya meyakinkan publik.

Baca Juga: Badan Wasit Liga Inggris Minta Maaf ke MU, Akui Gol Erling Haaland di Derby Manchester Cacat VAR

Peta Jalan Produksi Massal 2030

Saat ini, divisi baterai BYD tidak hanya berfokus pada racikan kimiawi sel, tetapi juga mematangkan kesiapan kemampuan manufaktur dan desain peralatan.

Chief Technology Officer FinDreams (anak perusahaan BYD), Sun Huajun, merinci peta jalan (roadmap) pengembangan teknologi mutakhir ini.

Ia menyebutkan bahwa uji coba skala kecil telah disiapkan untuk melibatkan sekitar 1.000 kendaraan pada tahun 2027. Sementara itu, produksi komersial berskala besar ditargetkan baru dapat terealisasi pada tahun 2030.

Uji coba perdana ini diproyeksikan akan berfokus pada merek mobil kelas premium milik BYD, yakni Yangwang dan Denza. Keputusan ini diambil karena segmen premium dianggap lebih siap dan mudah menyerap tingginya biaya produksi teknologi solid-state.

Dukungan Konsorsium dan Persaingan Global

Pengembangan ambisius BYD ini tidak berjalan sendirian. Proyek ini masuk dalam kerangka inisiatif China's All-Solid-State Battery Collaborative Innovation Platform (CASIP).

Proyek raksasa yang didukung penuh oleh pemerintah Tiongkok ini melibatkan berbagai pelaku industri terkait dengan total kucuran investasi mencapai 830 juta dolar AS (sekitar Rp14,6 triliun).

Terkait masa depan transisi, Kepala Ilmuwan BYD, Lian Yubo, memastikan baterai lithium-ion cair konvensional tidak akan serta-merta mati tergusur.

Menurut Yubo, baterai berbasis cairan dan solid-state masih akan hidup berdampingan di pasaran setidaknya selama dua dekade ke depan demi menjaga kelancaran transisi energi.

Tren solid-state sendiri tengah menjadi arena perlombaan sengit di ranah global. Pesaing berat seperti Toyota (bermitra dengan Idemitsu Kosan) dan Samsung SDI juga telah mematok target peluncuran teknologi serupa pada periode 2027-2028. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
baterai mobil listrik baterai solid state mobil listrik byd