Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi industri teknologi yang tengah dihantam keterbatasan pasokan komponen memori (RAM) mulai berdampak langsung pada kantong konsumen.
Raksasa teknologi seperti Samsung dan Google terpaksa menaikkan harga lini ponsel kelas terjangkau (budget) mereka di pasaran.
Melansir laporan Engadget pada Jumat (2/10) waktu setempat, badai kelangkaan pasokan memori ini membuat biaya produksi perangkat melonjak drastis.
Akibatnya, penyesuaian harga jual ke tangan konsumen menjadi langkah tak terhindarkan bagi para produsen.
Dari kubu Google, mereka resmi menaikkan harga seri Pixel 10a sebesar 100 dolar AS (sekitar Rp 1,79 juta).
Ponsel yang saat diluncurkan pada bulan Maret lalu dibanderol seharga 499 dolar AS (Rp 8,92 juta) tersebut, kini dijual di angka 599 dolar AS (Rp 10,72 juta) di pasar Amerika Serikat.
Kenaikan yang lebih ekstrem bahkan dirasakan oleh konsumen di Kanada. Harga Pixel 10a yang sebelumnya menyentuh angka 679 dolar Kanada (Rp 8,52 juta) kini meroket tajam menjadi 849 dolar Kanada (Rp 10,6 juta).
Baca Juga: Balut Peristiwa 1965 dalam Film Horor Lobang Buaya, Hanung Bramantyo Usung Teror Psikologis
Harga Lini Samsung Galaxy A Terkerek Naik
Kondisi serupa dialami oleh kompetitornya, Samsung. Pabrikan asal Korea Selatan ini menaikkan harga seluruh jajaran smartphone kelas menengah mereka, yakni Galaxy A series.
Kenaikannya bervariasi, berkisar antara 30 hingga 70 dolar AS (Rp 537 ribu hingga Rp 1,25 juta).
Tercatat, penyesuaian ini merupakan kali kedua yang dilakukan oleh pihak Samsung hanya dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Berikut adalah rincian lonjakan harga terbaru dari keluarga Samsung Galaxy A:
1. Galaxy A17 5G
Mengalami kenaikan menjadi 270 dolar AS (Rp 4,83 juta) dari yang sebelumnya 200 dolar AS (Rp 3,58 juta). Varian ini sebelumnya juga sempat mengalami koreksi harga pada Agustus lalu.
2. Galaxy A27 5G
Naik dari 350 dolar AS (Rp 6,26 juta) menjadi 380 dolar AS (Rp 6,80 juta).
3.Galaxy A37 5G
Mengalami peningkatan dari 450 dolar AS (Rp 8,05 juta) menjadi 490 dolar AS (Rp 8,77 juta).
4. Galaxy A57 5G
Terdongkrak naik dari posisi 550 dolar AS (Rp 9,84 juta) menjadi 600 dolar AS (Rp 10,73 juta).
Prediksi Krisis Kelangkaan RAM
Kondisi pasokan komponen RAM untuk memproduksi smartphone ke depannya diprediksi masih diliputi ketidakpastian.
Terdapat berbagai skenario yang membayangi industri teknologi global.
Skenario paling optimistis memproyeksikan bahwa peningkatan produksi pabrik-pabrik RAM di Tiongkok dapat membantu menormalkan kembali pasokan dalam kurun waktu satu tahun ke depan.
Namun, skenario pesimistis menyebutkan bahwa harga RAM berpotensi terus mahal hingga tahun 2030 mendatang.
Jika kondisi buruk tersebut benar-benar berlanjut, tren smartphone murah berisiko hilang dari peredaran, dan hal ini akan menjadi persoalan panjang bagi para konsumen menengah ke bawah. (naz)
Editor : Mizan Ahsani