Jawa Pos Radar Madiun - Pabrikan otomotif Suzuki resmi meluncurkan mobil listrik berdimensi mungil bernama e-Sky untuk meramaikan pasar Jepang.
Menariknya, Suzuki menggandeng perusahaan otomotif asal Tiongkok, BYD, untuk menyuplai teknologi baterai. Langkah ini diambil agar kendaraan ramah lingkungan tersebut memiliki harga jual yang sangat kompetitif.
Mobil bertenaga listrik yang masuk dalam kategori Kei-car ini dibekali baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh.
Baterai tersebut diklaim mampu membawa Suzuki e-Sky menempuh jarak hingga 310 kilometer berdasarkan standar pengujian WLTP.
Sebagai mobil listrik penumpang tipe Kei-car pertama dari Suzuki, e-Sky dibangun di atas platform khusus kendaraan listrik baru yang dilengkapi dengan sistem penggerak e-Axle buatan sendiri.
Secara dimensi, kendaraan ini terbilang sangat kompak.
Suzuki e-Sky memiliki panjang 3.395 milimeter, lebar 1.475 milimeter, tinggi 1.625 milimeter, jarak sumbu roda 2.460 milimeter, serta bobot 1.030 kilogram.
Suzuki menawarkan tiga versi varian untuk seri e-Sky. Model paling dasarnya dirancang khusus untuk klien korporat dan diproduksi berdasarkan pesanan.
Varian ini hadir tanpa fitur pengisian daya cepat demi menekan biaya.
Secara keseluruhan, perusahaan menargetkan total volume penjualan bulanan sebanyak 1.000 unit untuk ketiga varian e-Sky tersebut.
Suzuki e-Sky dipasarkan dengan harga mulai dari 2,12 juta yen atau sekitar Rp 239 juta.
Model ini ditargetkan menjadi mobil listrik Kei-car paling terjangkau di Jepang.
Kabar baiknya, berkat subsidi dari pemerintah Jepang sebesar 568.000 yen (sekitar Rp 64 juta), konsumen dapat memboyong mobil listrik ini dengan harga bersih 1,55 juta yen atau sekitar Rp 175 juta saja.
Angka tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan harga para pesaing utamanya. Sebagai perbandingan, BYD Racco dibanderol 1,99 juta yen dan Nissan Sakura di angka 1,86 juta yen setelah dipotong subsidi pemerintah. (naz)
Editor : Mizan Ahsani