Jawa Pos Radar Madiun - Kabar baik bagi masyarakat yang berencana bepergian menghabiskan waktu akhir pekan.
Memasuki bulan baru, harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terpantau stabil.
Per 1 November 2026, PT Pertamina (Persero) maupun Shell Indonesia kompak tidak melakukan penyesuaian harga.
Berdasarkan pengumuman resmi Pertamina, harga BBM nonsubsidi tidak mengalami perubahan.
Pertamax tercatat tetap berada di level Rp 15.950 per liter semenjak Agustus lalu.
Baca Juga: Berdayakan Disabilitas, MPM Honda Jatim Salurkan Bantuan untuk Bengkel Difabel
Sementara itu, harga Pertamax Green stabil di angka Rp 19.150 per liter, disusul Pertamax Turbo di harga Rp 19.600 per liter.
Kondisi serupa berlaku untuk BBM jenis diesel.
Pertamina menahan harga Dexlite (CN 51) di level Rp 23.700 per liter serta Pertamina Dex (CN 53) pada Rp 25.200 per liter.
Bagi pengguna BBM penugasan dan subsidi, harganya pun tetap tidak berubah.
Baca Juga: Aston Villa vs Jamie Carragher Memanas, Legenda Liverpool Bakal Diseret ke Jalur Hukum
Pertalite masih dibanderol Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.
Kebijakan ini merujuk pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formula harga dasar BBM.
Senada dengan Pertamina, manajemen Shell Indonesia juga belum merevisi harga jualnya.
BBM jenis Shell V-Power Diesel terpantau stabil di harga Rp 25.420 per liter dan tersedia di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Timur.
Namun, pengendara perlu mencatat bahwa BBM jenis bensin di SPBU Shell, yakni Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+, masih belum tersedia sejak awal tahun 2026 ini. (naz)
Editor : Mizan Ahsani