Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Misteri Kematian Diplomat Kemenlu, Polisi Sebut Korban Sempat Terekam CCTV Berada di Rooftop Gedung Kemenlu Bawa Tas

Budhi Prasetya • Jumat, 25 Juli 2025 | 20:20 WIB
Mendiang Arya Daru Pangayunan saat berada di Rooftop gedung Kementerian Luar Negeri sebelum ditemukan tewas di kamar kosnya di Menteng Jakarta Pusat.
Mendiang Arya Daru Pangayunan saat berada di Rooftop gedung Kementerian Luar Negeri sebelum ditemukan tewas di kamar kosnya di Menteng Jakarta Pusat.

Jawa Pos Radar Madiun – Pihak kepolisian harus bekerja ekstra keras untuk menyibak misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru Pangayunan (ADP).

Tim penyelidik Polda Metro Jaya telah memeriksa sekitar 15 orang saksi dalam kasus tersebut.

Mereka menggali keterangan dan informasi dari keluarga dan rekan kerja korban, termasuk juga pihak-pihak yang pernah berkomunikasi dengan korban.

Namun, baru-baru ini pihak kepolisian mengungkapkan fakta baru terkait perkembangan pananganan kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyampaikan aktivitas korban sempat terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar tempat kerjanya.

Ia mengungkapkan bahwa mendiang Arya Daru diketahui berada di rooftop Gedung Kemenlu sebelum ditemukan tewas mengenaskan di tempat kosnya.

Ade Ary menambahkan jika keberadaan ADP di tempat tersebut terbilang cukup lama, sekitar satu jam lebih.

Ia menyampaikan bahwa rekaman CCTV menunjukkan bahwa Daru naik ke rooftop gedung kantornya beberapa jam sebelum ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

”Diduga tanggal 7 Juli 2025, jam 21 lebih 43 sampai jam 23 lebih 09 atau sekitar 1 jam 26 menit, diduga korban berada di rooftop lantai 12 gedung Kemenlu,” ucap Ade Ary, seperti dikutip dari JawaPos.com.

Penyelidik Polda Metro Jaya, lanjut Ade, menemukan fakta jika korban naik ke rooftop sambil membawa tas gendong dan tas belanja.

Namun saat turun, ia tidak membawa kedua tas tersebut. Diduga sengaja ditinggalkan di rooftop.

"Itulah fakta yang ditemukan. Masih dikumpulkan terus, kumpulan fakta-fakta nanti kesesuaian apa yang dilakukan korban di sana dan lain sebagainya,” terang dia.

Perwira menengah itu menyatakan bahwa penyelidik berusaha mengungkap kasus tersebut dengan mengumpulkan sekecil apapun fakta-fakta. Seluruhnya dirangkai, disesuaikan untuk menunjang proses pembuktian.

"Harus klop semuanya, antara TKP dengan saksi, TKP dengan barang bukti, ya dalam peristiwa umum ada lagi kesesuaian antara TKP dengan tersangka dalam peristiwa kejahatan. Tapi, yang dalam peristiwa ini masih dalam tahap penyelidikan,” jelas Ade Ary.

Perwira yang pernah menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan  (Jaksel) itu menerangkan bahwa penyelidikan yang dilakukan pihaknya untuk menemukan atau mencari tahu peristiwa yang dialami oleh Daru mengandung unsur dugaan pidana atau tidak.

”Jadi, kumpulan fakta-fakta tadi makanya rangkaian kenapa penyelidik perlu memeriksa teman kerja korban, keluarga korban, orang-orang terakhir yang bersama korban, yang mengantar korban dari titik A ke B dan sebagainya untuk membuat cerita itu menjadi lebih utuh, disesuaikan dengan barang bukti yang diambil,” beber Ade.

Editor : Budhi Prasetya
#korban #misteri #kemenlu #rekaman cctv #kematian #diplomat