Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Hasil Penelusuran Polda Metro Jaya, Penyelidik Sebut Mendiang Diplomat Kemenlu Punya Kecenderungan Ingin Bunuh Diri Sejak 2013

Budhi Prasetya • Kamis, 31 Juli 2025 | 19:00 WIB
Polda Metro Jaya mengungkap kasus kematian diplomat Kemenlu, Arya Daru Pangayunan, dalam konferensi pers pada Selasa 29 Juli 2025 lalu.
Polda Metro Jaya mengungkap kasus kematian diplomat Kemenlu, Arya Daru Pangayunan, dalam konferensi pers pada Selasa 29 Juli 2025 lalu.

Jawa Pos Radar Madiun – Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru Pangayunan terungkap jelas.

Itu setelah pihak Polda Metro Jaya mengungkapkan secara gamblang kasus yang empat membuat publik kaget itu dalam konferensi pers pada Selasa 29 Juli 2025 lalu.

Tim penyelidik kepolisian menggunakan beragam cara dan metode untuk menyibak tabir misteri tersebut.

Salah satunya dengan menelisik jejak digital Arya Daru Pangayunan, dari sejumlah barang bukti yang berhasil ditemukan dan diamankan.

Diantaranya adalah laptop dan telepon genggam jenis Samsung Galaxy Note 9 yang diduga digunakan mendiang Arya Daru sejak lama.

Hasilnya, penyelidik mengetahui jika pria berusia 39 tahun itu pernah menghubungi badan amal yang melayani individu dengan tekanan mental dan kecenderungan bunuh diri.

Fakta mengejutkan itu diungkapkan langsung oleh Ipda Saji Purwanto, penyelidik pada Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya.

Ia menyampaikan bahwa jejak digital korban terekam dalam laptop dan telepon genggam tersebut.

Seperti sebuah catatan yang menyebut dugaan keinginan bunuh diri sudah terlintas dalam benak Arya Daru sejak 2013 silam.

Keinginan mengakhiri hidup itu kembali menguat pada tahun 2021 hingga akhirnya yang bersangkutan ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya pada 8 Juli 2025 lalu.

"Sejak 2013 sudah memiliki keinginan bunuh diri, kemudian tahun 2021 keinginan bunuh diri itu semakin kuat," kata Saji di hadapan awak media pada Selasa sore 29 Juli 2025, dilansir dari JawaPos.com.

Saji juga menyampaikan bahwa penyelidik mendeteksi handphone Samsung Galaxy Note 9 pertama kali dinyalakan pada Juni 2019.

Perangkat itu dipakai oleh Daru untuk berkomunikasi melalui aplikasi pesan singkat pada September 2022.

Penyelidik mendapati perangkat itu kembali dihidupkan oleh Daru dua tahun berselang, atau pada bulan pada Januari 2024.

Berdasar jejak digital tersebut, didapati komunikasi melalui akun yahoo yang diduga milik Daru.

"Bahwa yang kami lakukan dalam kolom pencarian terkait bunuh diri itu kami temukan di akun yahoo-nya dari tahun 2013 sebanyak 11 segmen, tahun 2021 9 segmen,” sebutnya.

“Pada intinya dari 9 segmen itu bahwa korban ini sedang bercerita ketika melihat gedung ini ingin loncat dari atas. Kemudian kalau melihat pantai ingin menenggelamkan diri, intinya seperti itu," terang Saji.

Namun, pihaknya mengakui belum menemukan satu perangkat seluler lainnya yang terhubung dengan barang bukti laptop tersebut.

Sanji menjelaskan bahwa perangkat yang dimaksudnya itu terakhir terkoneksi dengan laptop milik korban pada 25 Juni 2025.

Catatan pada laptop yang ditemukan penyelidik menyatakan bahwa perangkat seluler tersebut adalah Samsung Galaxy S22 Ultra.

"Samsung Galaxy S22 Ultra yang sehari-hari digunakan oleh korban sampai sekarang belum ditemukan, kami sampaikan bahwa handphone tersebut belum ditemukan," tegas Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra.

Editor : Budhi Prasetya
#jejak digital #korban #bunuh diri #kemenlu #Hasil #diplomat