Jawa Pos Radar Madiun – Warga Jepang belum lama ini dihebohkan dengan aksi penusukan di Akihabara, salah satu pusat keramaian turis di Negeri Sakura.
Dilansir JawaPos.Com dari Kyodo News, insiden penusukan itu terjadi pada Rabu (3/1) di dalam kereta api jalur Yamanote Loop yang berangkat dari Tokyo.
Penusukan tersebut terjadi pada jalur rel kereta api Jepang (JR) antara stasiun Okachimachi dan Akihabara.
Mengutip siaran video NHK World, empat orang menjadi korban dan tiga di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit karena luka yang serius.
Menurut petugas yang berwenang, korban rata-rata mengalami luka dibagian tubuh samping, lengan dan punggung.
Pelaku yang merupakan seorang perempuan usia 20-an tahun langsung ditangkap tanpa perlawanan. Polisi menyita pisau yang digunakan pelaku.
Hingga kini belum diketahui alasan pelaku melakukan penyerangan dan penusukan di dalam kereta api itu.
Peristiwa penusukan yang terjadi di Akihabara tersebut mengingatkan pada kejadian serupa 2008 lalu.
Dilansir dari Japan Today, pada saat itu, Tomohiro Kato yang merupakan pekerja sementara menabrakkan truk yang dikendarainya kepada orang-orang yang berada di zona bebas kendaraan.
Aksinya berlanjut dengan turun dan menyerang orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian menggunakan pisau.
Dalam kejadian tersebut, dilaporkan 7 orang meninggal dan 10 lainnya mengalami luka-luka.
Atas tindakannya tersebut, pelaku diganjar hukuman mati.
Mengutip Al Jazeera, pelaku melakukan penyerangan karena tak sanggup menerima cyberbullying yang diarahkan padanya di sebuah forum online. (JawaPos.Com/isd)
Editor : Wawan Isdarwanto