Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pengadilan Dunia Gelar Sidang Soal Dugaan Genosida oleh Israel, Yordania dan Mesir Ingatkan Israel untuk Membuka Jalur Gaza

Budhi Prasetya • Kamis, 11 Januari 2024 | 22:30 WIB

Warga Palestina berkumpul di samping kendaraan yang rusak saat mereka memeriksa lokasi serangan Israel, di Deir Al-Balah di Jalur Gaza tengah (10/1).
Warga Palestina berkumpul di samping kendaraan yang rusak saat mereka memeriksa lokasi serangan Israel, di Deir Al-Balah di Jalur Gaza tengah (10/1).
 

Jawa Pos Radar Madiun -  Konflik bersenjata di Jalur Gaza Palestina belum menunjukkan bakal berakhir dalam waktu dekat.

Dilansir dari jawaPos.com, Israel melancarkan serangannya di Gaza selatan dan tengah pada Rabu (10/1) kemarin.

Hal itu tidak sesuai dengan janji mereka yang akan menarik sejumlah pasukan dan beralih ke kampanye yang lebih tertarget yakni Hamas, tanpa melibatkan warga sipil sebagai korban.

Hari ini, Israel tengah bersiap untuk membela diri atas tuduhan genosida di Gaza di pengadilan tinggi PBB, yang diinformasikan pada hari Kamis (11/1).

Tuduhan tersebut tampak disetujui oleh beberapa negara, seperti Kolombia dan Brasil yang turut menyatakan dukungan mereka terhadap Afrika Selatan pada Rabu (10/1) malam.

Perang Israel-Palestina di Gaza pecah sejak 7 Oktober 2023 setelah pejuang Hamas melancarkan serangan lintas batas yang menurut Israel telah menewaskan 1.200 orang dan 240 orang lainnya disandera.

Menurut informasi, Hamas melakukan serangan tersebut untuk mempertahankan wilayah Gaza yang selalu ditindas dan mendapat perlakuan buruk oleh pendudukan Israel, bahkan Jalur Gaza disebut sebagai penjara dunia karena akses keluar masuk kota dibatasi oleh Pemerintah Israel.

Sejak itu, pasukan Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan hampir 2,3 juta penduduknya telah diusir dari rumah mereka, hingga menyebabkan bencana kemanusiaan.

Hingga berita ini diturunkan tercatat lebih dari 23.000 warga Palestina telah terbunuh dalam serangan tanpa pandang bulu.

Masih dilansir dari JawaPos.com, menjelang dengar pendapat, Perdana Menteri Israel Netanyahu untuk pertama kalinya secara terbuka menyatakan penolakan terhadap seruan dari anggota sayap kanan pemerintahannya.

Termasuk diantaranya Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir yang menyebut agar warga Palestina meninggalkan Gaza secara sukarela, sehingga Israel bisa menetap di sana.

Meskipun sikap tersebut telah menjadi kebijakan resmi Israel, komentar Netanyahu sebelumnya mengenai pendudukan permanen di Gaza tidak konsisten dan terkadang tidak jelas.

“Saya ingin memperjelas beberapa poin, Israel tidak berniat menduduki Gaza secara permanen atau menggusur penduduk sipilnya,” tulis Netanyahu di platform media sosial X.

“Israel memerangi teroris Hamas, bukan penduduk Palestina, dan kami melakukannya dengan sepenuhnya mematuhi hukum internasional.” tambahnya.

Di sisi lain, Yordania dan Mesir memperingatkan kembali Israel untuk membuka Jalur Gaza dan menghimbau kepada warga Palestina yang mengungsi agar diizinkan kembali ke rumah mereka masing-masing.

Israel diam-diam juga telah mendapat tekanan dari AS untuk mengurangi operasinya dan beralih ke apa yang menurut Washington seharusnya menjadi kampanye yang lebih tepat sasaran.

Militer Israel mengungkap bahwa pada pekan ini pihaknya berencana untuk mulai menarik pasukan, setidaknya dari bagian utara Gaza. (jawapos.com/sib)

Editor : Budhi Prasetya
#genosida #jalur gaza #hamas #israel