Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ikan Oarfish Langka Terdampar di Kepulauan Canary, Pertanda Bencana? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Ockta Prana Lagawira • Kamis, 20 Februari 2025 | 01:32 WIB
Ikan oarfish terdampar di pantai Kepulauan Canary
Ikan oarfish terdampar di pantai Kepulauan Canary

Jawa Pos Radar Madiun – Seekor ikan oarfish langka ditemukan terdampar di pantai Lanzarote, Kepulauan Canary, pada 10 Februari 2025.

Kemunculan ikan laut dalam yang dikenal sebagai "ikan kiamat" ini sontak memicu kekhawatiran, terutama di kalangan masyarakat yang percaya takhayul.

Ikan oarfish sering dikaitkan dengan legenda bahwa kemunculannya menjadi pertanda bencana alam, khususnya gempa bumi.

Hal ini merujuk pada peristiwa gempa bumi Jepang 2011, di mana lebih dari 20 ikan oarfish ditemukan terdampar di pantai-pantai Jepang beberapa bulan sebelum kejadian.

Fenomena Langka, Mitos atau Ilmiah?

Ikan oarfish merupakan spesies laut dalam yang hidup di zona mesopelagik, perairan gelap di kedalaman 200 hingga 1.000 meter.

Bentuknya menyerupai pita panjang dengan warna keperakan dan sirip oranye khas.

Kemunculannya di permukaan laut menjadi peristiwa langka yang menarik perhatian ilmuwan dan masyarakat luas.

Sebuah video yang merekam penemuan ikan ini di Playa Quemada telah viral di media sosial, dengan lebih dari sembilan juta kali tayangan di Instagram.

Dalam video tersebut, seorang pria terlihat mendekati ikan tersebut, yang dalam cerita rakyat Jepang disebut sebagai "Utusan Dewa Laut" atau Ryūgū no Tsukai.

Benarkah Oarfish Bisa Memprediksi Gempa?

Kemunculan ikan oarfish di perairan dangkal sering dikaitkan dengan aktivitas seismik bawah laut.

Para ilmuwan menduga bahwa sebelum gempa terjadi, tekanan tinggi pada batuan dasar laut dapat melepaskan muatan elektrostatik, yang menyebabkan ion bermuatan masuk ke air laut.

Dr. Rachel Grant, seorang dosen biologi hewan di Universitas Anglia Ruskin, pernah mengungkapkan kemungkinan hubungan antara ikan oarfish dan gempa bumi.

“Secara teori, hal ini memungkinkan karena peningkatan tekanan batuan sebelum gempa dapat menghasilkan ion bermuatan listrik yang masuk ke air laut, memicu reaksi kimia beracun seperti hidrogen peroksida. Kondisi ini bisa membunuh ikan atau memaksa mereka naik ke permukaan,” jelas Dr. Grant, dikutip dari The Independent.

Selain itu, pelepasan gas karbon monoksida dari dasar laut juga diyakini dapat memengaruhi makhluk laut dalam, termasuk ikan oarfish.

Fenomena ikan oarfish terdampar bukan pertama kali terjadi.

Pada 2013, dua ikan oarfish ditemukan di pantai California, yang kemudian dihubungkan dengan aktivitas gempa di dasar laut beberapa minggu sebelumnya.

Tahun lalu, kejadian serupa kembali terjadi di pesisir California, semakin memperkuat spekulasi bahwa ikan ini memang memiliki keterkaitan dengan perubahan geologi bawah laut.

Sementara itu, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional menyatakan bahwa ikan oarfish dapat tumbuh hingga lebih dari enam meter dan lebih suka tinggal di perairan dalam.

Oleh karena itu, jika mereka muncul ke permukaan, bisa jadi ada faktor lingkungan yang mengganggu habitatnya. (ota)

 

Editor : Mizan Ahsani
#gempa #ikan #oarfish #bencana #langka