Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kurs Rupiah Melemah ke Rp16.891 per Dolar AS, Tertekan Eskalasi Perang Dagang AS-China

Ockta Prana Lagawira • Rabu, 9 April 2025 | 00:03 WIB
Ilustrasi dolar AS.
Ilustrasi dolar AS.

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (8/4/2025).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 69 poin atau 0,41 persen ke level Rp16.891 per dolar AS dibanding hari sebelumnya Rp16.822.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mengalami pelemahan ke posisi Rp16.849 dari Rp16.566 per dolar AS.

Menurut Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, pelemahan ini merupakan dampak dari kekhawatiran pasar atas memanasnya ketegangan dagang global.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS tertekan oleh kekhawatiran eskalasi perang dagang. Pelemahan ini akumulasi dari sentimen risk-off di pasar selama sepekan lebih libur Lebaran," ujar Lukman.

Ketegangan Memanas: AS dan China Saling Serang dengan Tarif Impor

Kecemasan pelaku pasar dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menaikkan tarif tambahan sebesar 50 persen terhadap seluruh impor dari China, jika Negeri Tirai Bambu tak membatalkan kebijakan tarif balasan sebesar 34 persen pada hari ini, Selasa (8/4/2025).

Trump juga memperingatkan bahwa seluruh pembicaraan dagang antara AS dan China akan dihentikan jika permintaan AS tak diindahkan. Adapun China sebelumnya telah menetapkan tarif 34 persen yang akan berlaku mulai Rabu (9/4/2025), sebagai balasan terhadap kebijakan AS yang telah lebih dulu mengenakan tarif serupa.

Pemerintah AS kini diketahui telah menerapkan total tarif hingga 54 persen terhadap berbagai produk dari China, termasuk tarif 25 persen untuk baja dan aluminium, serta tarif 25 persen untuk mobil non-AS yang berlaku sejak 3 April lalu.

Negara Lain Juga Ambil Langkah Balasan

Kanada menjadi negara berikutnya yang menegaskan penolakan terhadap kebijakan proteksionisme AS. Perdana Menteri Mark Carney menegaskan bahwa pihaknya akan membalas kebijakan tersebut dan fokus membangun kekuatan ekonomi dalam lingkup G7.

Kanada akan menerapkan tarif 25 persen untuk barang non-USMCA, termasuk energi dan kalium.

Sementara itu, Uni Eropa (UE) juga tidak tinggal diam. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut pihaknya sedang menyusun paket pertama langkah balasan terhadap tarif baja dan produk Eropa lainnya yang dikenakan Trump sebesar 20 persen.

Prospek Rupiah Masih Dihantui Sentimen Global

Meski sentimen global sempat membaik pada awal pekan, Lukman menilai hal itu belum cukup untuk menopang nilai tukar rupiah. "Sentimen global yang sedikit memulih hari ini tidak cukup untuk mendukung rupiah," tegasnya.

Dengan eskalasi perang dagang yang semakin dalam, pasar keuangan Indonesia diprediksi masih akan berada dalam tekanan. Investor cenderung mengalihkan dana ke aset aman seperti dolar AS, mengakibatkan tekanan tambahan pada rupiah. (ota)

Editor : Ockta Prana Lagawira
#amerika serikat #china #donald trump #rupiah #dolar as