Jawa Pos Radar Madiun - Untuk keempat kalinya dalam tahun ini, KTM menerima suntikan dana segar dari mitra strategisnya, Bajaj Auto, perusahaan otomotif raksasa asal India.
Melalui anak usahanya di Belanda, Bajaj Auto International Holdings BV, Bajaj mengucurkan dana sebesar 50 juta euro atau setara dengan Rp 480 miliar ke KTM AG pada Kamis (15/5).
Suntikan ini diberikan dalam bentuk obligasi konversi yang diterbitkan oleh Pierer Bajaj AG, perusahaan induk KTM yang memiliki struktur kepemilikan kompleks.
Terjerat Masalah Keuangan Serius, KTM Butuh 548 Juta Euro Sebelum 23 Mei
Langkah ini merupakan bagian dari upaya penyelamatan setelah KTM AG mengumumkan kebangkrutan pada November 2024, akibat beban utang yang menumpuk dan inventaris barang yang membengkak.
Diketahui, ribuan karyawan juga telah kena PHK massal sebagai dampak dari masalah ini.
Sebagai bagian dari rencana restrukturisasi yang disetujui pada Februari, KTM diwajibkan menyetorkan dana tunai sebesar 548 juta euro atau setara sekitar Rp 10 triliun paling lambat 23 Mei 2025, demi menghindari bangkrut total.
Sejak Februari, Bajaj Auto telah memberikan empat kali dukungan keuangan kepada KTM:
21 Februari 2025: 150 juta euro ditanamkan ke anak usaha Bajaj di Belanda, 50 juta euro di antaranya langsung dipinjamkan ke KTM AG.
17 Maret 2025: Dana tambahan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.
15 Mei 2025: 125 juta euro kembali digelontorkan ke anak usaha, dengan 50 juta euro disalurkan ke KTM.
Total, Bajaj Auto telah menyuntikkan 200 juta euro ke KTM, namun produsen motor legendaris itu masih butuh tambahan 252 juta euro lagi dari target total 800 juta euro untuk menyelamatkan dan meningkatkan kapasitas produksi.
Struktur Rumit: Siapa Pemilik KTM Sebenarnya?
Struktur kepemilikan KTM cukup kompleks.
Pierer Bajaj AG adalah entitas gabungan antara mantan CEO KTM, Stefan Pierer (50,1 persen), dan Bajaj Auto International Holdings (49,9 persen).
Pierer Bajaj AG memiliki 74,9 persen saham di Pierer Mobility AG, yang terdaftar di Bursa Wina.
KTM AG adalah anak perusahaan penuh dari Pierer Mobility AG.
Rajiv Bajaj, Managing Director Bajaj Auto, duduk di dewan direksi Pierer Bajaj AG, menunjukkan betapa seriusnya Bajaj dalam menyelamatkan KTM.
Mampukah KTM Bangkit?
Dengan dukungan finansial dari Bajaj dan restrukturisasi operasional yang tengah berjalan, masa depan KTM masih bergantung pada kemampuan mereka menarik dana tambahan dan mengoptimalkan produksi.
Jika target 548 juta euro tak terpenuhi sebelum 23 Mei, KTM bisa kembali tersandung dalam masalah hukum dan keuangan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani