Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Microsoft PHK 6.000 Karyawan Global Demi Fokus ke AI dan Pangkas Biaya Operasional

Ockta Prana Lagawira • Minggu, 18 Mei 2025 | 23:00 WIB
Microsoft PHK 6.000 karyawan demi fokus ke pengembangan AI dan pusat data.
Microsoft PHK 6.000 karyawan demi fokus ke pengembangan AI dan pusat data.

Jawa Pos Radar Madiun - Microsoft kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran.

Kali ini, lebih dari 6.000 karyawan atau sekitar 3 persen tenaga kerja global harus kehilangan pekerjaan.

Gelombang PHK ini merupakan langkah terbaru Microsoft untuk menekan biaya operasional sekaligus mengalihkan investasi ke pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam pernyataannya, juru bicara Microsoft menyebut langkah ini sebagai bagian dari adaptasi terhadap perubahan pasar.

"Kami terus menerapkan perubahan organisasi yang diperlukan untuk memposisikan perusahaan dengan sebaik-baiknya agar sukses di pasar yang dinamis," ujarnya seperti dikutip Reuters, Rabu (14/5).

Langkah Efisiensi Sejak 2023: Dari Xbox hingga HoloLens

Langkah PHK ini bukan hal baru bagi Microsoft. Sejak awal 2023, perusahaan sudah memulai gelombang efisiensi dengan memangkas 10 ribu karyawan, termasuk di divisi Activision Blizzard, Xbox, hingga layanan cloud Azure.

Pada Mei 2024, Microsoft menutup sejumlah studio pengembangan gim seperti:

• Tango Gameworks (Hi-Fi Rush)
• Arkane Austin (Redfall)

Meski sempat ditutup, Tango Gameworks kembali beroperasi lewat kerja sama dengan Krafton.

Di bulan yang sama, sekitar 650 karyawan Xbox juga diberhentikan sebagai bagian dari restrukturisasi pasca-akuisisi Activision Blizzard.

Baca Juga: Kesengsem dengan Gagah dan Gantengnya Land Cruiser 300? Segini Harga Raja SUV Premium Varian VXR dan GR Sport

Fokus Utama: AI dan Infrastruktur Data Center

PHK terbaru ini terjadi di tengah peningkatan belanja modal Microsoft yang mencapai US$80 miliar pada tahun ini.

Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk memperluas pusat data (data center) yang menunjang layanan AI seperti Copilot dan Azure AI.

AI dipandang sebagai mesin pertumbuhan utama, dan Microsoft—seperti raksasa teknologi lainnya—berlomba menyiapkan infrastruktur yang mampu menopang permintaan global terhadap layanan AI generatif.

Investasi AI Jadi Fokus, Efisiensi Terus Berlanjut

Langkah Microsoft ini memperlihatkan pergeseran strategi jangka panjang industri teknologi global.

Ketimbang mempertahankan lini produk lama atau proyek eksperimental yang stagnan, fokus utama kini adalah AI dan cloud computing.

Sementara itu, ribuan karyawan terdampak harus menghadapi ketidakpastian di tengah gempuran otomatisasi dan efisiensi.

Namun dari sisi bisnis, pengorbanan ini dianggap perlu untuk mempertahankan margin keuntungan dan daya saing jangka panjang. (ota)

Editor : Ockta Prana Lagawira
#global #korban phk #Pengembangan AI #microsoft #6 Ribu #phk karyawan #restrukturisasi