Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Industri Otomotif Eropa Lesu! Porsche dan Volvo Terpaksa PHK Ribuan Pekerja Jelang Transisi ke Mobil Listrik

Ockta Prana Lagawira • Rabu, 28 Mei 2025 | 04:55 WIB
Pekerja Porsche sedang merampungkan produksi mobil.
Pekerja Porsche sedang merampungkan produksi mobil.

Jawa Pos Radar Madiun — Produsen mobil Eropa semakin merasakan dampak tekanan industri otomotif global.

Dalam upaya mengantisipasi transisi ke kendaraan listrik yang berjalan lebih lambat dari prediksi, dua merek besar yakni Porsche dan Volvo mengumumkan pemangkasan ribuan tenaga kerja secara global.

Kondisi ini menambah daftar panjang produsen mobil yang melakukan restrukturisasi, setelah sebelumnya Volkswagen telah merencanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 35.000 karyawan di Jerman sebelum 2030.

Porsche secara resmi mengumumkan penataan ulang strategi bisnisnya untuk menghadapi "fase transisi yang lebih panjang" ke arah mobilitas listrik.

Perusahaan menyadari bahwa adopsi kendaraan listrik tidak secepat ekspektasi awal.

Sebagai respons, Porsche akan:

• Menambah lini kendaraan bermesin pembakaran dan plug-in hybrid (PHEV)

• Menyelaraskan kembali aktivitas pengembangan baterai

• Meluncurkan program penghematan biaya dan penskalaan ulang operasional

• Melakukan PHK terhadap sekitar 3.900 karyawan hingga tahun 2029

CEO Porsche, Dr. Oliver Blume, menggambarkan situasi ini sebagai "badai yang dahsyat", tetapi menegaskan bahwa Porsche siap menjawab tantangan industri otomotif global saat ini.

“Kami menerima tantangan ini. Kami punya rencana. Kami bertindak. Dan kami tidak akan membuang-buang waktu,” tegas Blume.

Sementara itu, Volvo juga melaporkan pemangkasan besar-besaran sebagai bagian dari “rencana aksi biaya dan uang tunai”.

Total sekitar 3.000 posisi akan dihilangkan secara global, termasuk 2.200 posisi di Swedia yang terdiri dari:

• 1.200 karyawan kantor
• 1.000 konsultan eksternal

PHK ini diperkirakan akan berlangsung pada musim gugur 2025, dengan biaya restrukturisasi mencapai Rp2,5 triliun.

CEO Volvo, Hakan Samuelsson, menyatakanswe bahwa keputusan ini sulit namun perlu, demi menjaga keberlanjutan perusahaan di tengah masa transisi industri otomotif yang penuh tantangan.

“Industri otomotif sedang berada di tengah periode yang sulit. Kami harus memperkuat arus kas dan memangkas biaya struktural,” ujarnya.

Langkah-langkah pemangkasan yang dilakukan oleh Porsche dan Volvo mencerminkan tantangan sistemik yang dihadapi industri otomotif global:

• Tingginya biaya riset dan produksi kendaraan listrik
• Lambatnya adopsi EV di pasar utama
• Tekanan untuk tetap profitabel sambil menurunkan emisi karbon

Editor : Ockta Prana Lagawira
#global #volkswagen #volvo #mobil listrik #biaya operasional #eropa #phk ribuan karyawan #Swedia #industri otomotif #porsche