Jawa Pos Radar Madiun - Maskapai Air India kembali disorot setelah salah satu pesawatnya, Boeing 787-8 Dreamliner, terpaksa kembali mendarat di Bandara Internasional Hong Kong hanya 15 menit setelah lepas landas menuju New Delhi.
Insiden ini terjadi pada Senin (16/6), dan menambah daftar panjang masalah teknis yang menghantui Boeing maupun maskapai asal India tersebut.
Menurut laporan NBC News dan Reuters, keputusan untuk memutar balik pesawat dengan nomor penerbangan AI315 itu diambil setelah pilot melaporkan adanya gangguan teknis yang membuat mereka memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan lebih jauh.
Dalam rekaman komunikasi dengan menara pengawas yang diunggah di LiveATC.net, terdengar jelas kekhawatiran awak kokpit.
“Karena alasan teknis, kami ingin tetap dekat dengan Hong Kong, mungkin kami akan kembali dan mendarat kembali di Hong Kong setelah kami menyelesaikan masalahnya,” ucap salah satu pilot dalam percakapan yang direkam.
Pesawat itu lepas landas sekitar pukul 12.20 siang waktu setempat dan sudah mencapai ketinggian 22.000 kaki sebelum mulai menurun dan akhirnya mendarat kembali di Hong Kong sekitar pukul 13.15.
Juru bicara Otoritas Bandara Hong Kong memastikan pendaratan berlangsung aman dan tidak mengganggu operasional bandara.
“Kami hanya menerapkan siaga lokal, semua terkendali,” ujarnya.
Air India sendiri dalam pernyataan resminya menyebut langkah pemulangan pesawat sebagai “tindakan pencegahan yang sangat ketat”, meski belum membeberkan detail kerusakan atau gangguan yang terjadi.
Insiden ini menambah beban reputasi Air India dan Boeing, terlebih setelah kecelakaan tragis pekan lalu.
Sebuah pesawat Air India jenis Boeing 787-8 yang terbang dari India ke London jatuh di Ahmedabad sesaat setelah lepas landas.
Dalam kecelakaan tersebut, 241 dari 242 penumpang dan awak tewas, serta menewaskan 38 orang lain di darat. Hanya satu penumpang yang selamat.
Tragedi itu mengguncang dunia penerbangan, mengingat Boeing 787 dikenal sebagai pesawat modern yang seharusnya dilengkapi sistem keselamatan canggih.
Pesawat yang baru saja ditarik dari udara itu sendiri berusia tujuh tahun. Tergolong muda untuk standar usia operasional pesawat komersial. Baik Boeing maupun Air India belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden terbaru dari Hong Kong tersebut.
Air India, yang tengah dalam proses restrukturisasi armada dan peningkatan pelayanan, harus menghadapi gelombang ketidakpercayaan publik.
Sementara Boeing, masih belum benar-benar pulih dari krisis reputasi akibat serangkaian masalah teknis dan produksi yang mencuat dalam lima tahun terakhir. (aan)
Editor : Mizan Ahsani