Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tegang! Iran Hantam Pangkalan Militer AS dengan Rudal di al-Udeid Qatar

Hengky Ristanto • Selasa, 24 Juni 2025 | 10:19 WIB
Rudal Iran hancurkan basis militer AS di al-Udeid. Balasan keras atas serangan terhadap tiga reaktor nuklir Iran. FOTO: Iran Reply Twitter
Rudal Iran hancurkan basis militer AS di al-Udeid. Balasan keras atas serangan terhadap tiga reaktor nuklir Iran. FOTO: Iran Reply Twitter

Jawa Pos Radar Madiun – Krisis geopolitik di kawasan Teluk memanas.

Pada Senin malam waktu setempat (24/6/2025), militer Iran secara resmi meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di al-Udeid, Qatar.

Serangan ini disebut sebagai balasan langsung atas hancurnya tiga fasilitas nuklir utama Iran, yang sebelumnya diserang oleh militer AS.

Dikutip dari laporan Al-Arabiya News, otoritas Iran menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan “operasi menghancurkan dan kuat”.

Kendati belum ada konfirmasi resmi terkait jumlah korban jiwa atau kerusakan material di pangkalan AS, sejumlah sumber menyebut ledakan terdengar hingga radius belasan kilometer dari lokasi.

Al-Udeid diketahui sebagai salah satu basis strategis AS di kawasan Timur Tengah.

Pangkalan ini menjadi titik penting bagi operasi koalisi internasional di Irak, Suriah, dan Afghanistan, serta menjadi pusat kontrol pertahanan udara AS di wilayah Teluk.

Serangan balasan Iran ini terjadi kurang dari 24 jam setelah serangan udara AS menghancurkan fasilitas nuklir di Natanz, Fordow, dan Arak, yang selama ini menjadi bagian penting dari program energi atom Iran.

Washington mengklaim serangan dilakukan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir secara diam-diam.

Sebaliknya, Teheran menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan mereka.

Hingga saat ini, Gedung Putih dan Pentagon belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan balasan dari Iran.

Namun, pengamat menilai situasi ini bisa menjadi pemicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pertemuan darurat dalam 48 jam ke depan.

Sementara itu, sejumlah negara Teluk, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, meningkatkan status siaga militer mereka untuk mengantisipasi kemungkinan konflik meluas.

Ketegangan Iran-AS ini terjadi di tengah ketidakpastian diplomatik.

Upaya negosiasi nuklir yang sempat dihidupkan kembali awal tahun ini kini dipastikan runtuh.

Di dalam negeri, kedua belah pihak pun menghadapi tekanan politik: Iran dari faksi garis keras, dan AS dari Kongres yang menuntut respons militer lebih besar. (her)

Editor : Hengky Ristanto
#rudal #iran #serangan balasan #iran serang as #qatar #Pangkalan AS Qatar #militer iran