Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tarif Ekspor Mobil Inggris ke AS Turun Jadi 10 Persen, Industri Otomotif Bernapas Lega

Satrio Jati • Selasa, 1 Juli 2025 | 23:40 WIB
Rolls Royce, mobil asal Inggris.
Rolls Royce, mobil asal Inggris.

Jawa Pos Radar Madiun – Angin segar berembus bagi industri otomotif Inggris setelah tarif ekspor mobil ke Amerika Serikat resmi dipangkas secara signifikan mulai 30 Juni 2025.

Berdasarkan kesepakatan perdagangan terbaru antara London dan Washington, tarif ekspor mobil Inggris ke Negeri Paman Sam kini hanya sebesar 10 persen, jauh lebih rendah dibanding tarif sebelumnya yang bisa mencapai 27,5 persen.

Pemangkasan tarif ini mencakup kuota tahunan sebanyak 100.000 unit kendaraan. Artinya, mobil buatan Inggris yang masuk ke pasar AS dalam batas kuota tersebut hanya dikenai tarif 10 persen.

Namun, jika ekspor melebihi kuota, kendaraan tambahan berpotensi kembali dikenakan tarif awal sebesar 27,5 persen terdiri dari tarif dasar 2,5 persen dan tambahan 25 persen sebagai bea masuk khusus.

Dorong Ekspor, Jaga Industri Otomotif Inggris

Penurunan tarif ekspor ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi produsen otomotif Inggris, seperti Jaguar Land Rover, Mini, dan Aston Martin, di pasar Amerika Serikat.

Harga jual yang lebih kompetitif akan memperbesar peluang produk-produk otomotif asal Inggris untuk bersaing dengan produsen dari Jepang, Jerman, hingga Korea Selatan.

Beberapa manfaat yang dirasakan dari kesepakatan ini antara lain:

Peningkatan daya saing produk mobil Inggris di pasar global, khususnya Amerika.

Efisiensi biaya produksi dan distribusi yang dapat menghemat hingga ratusan juta poundsterling per tahun.

Perlindungan lapangan kerja, terutama di sektor industri otomotif dan kedirgantaraan yang menyumbang jutaan pekerjaan langsung maupun tidak langsung.

Manfaat langsung bagi konsumen AS, yang bisa menikmati produk mobil Inggris dengan harga lebih terjangkau.

Kenaikan volume ekspor, meski dibatasi kuota, tetap memberikan dorongan ekspor yang signifikan untuk produsen mobil di Inggris.

Kesepakatan perdagangan ini dianggap sebagai pencapaian penting dalam menjaga kelangsungan industri otomotif Inggris, salah satu sektor kunci dalam perekonomian nasional.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat dan ancaman relokasi pabrik ke luar negeri, insentif semacam ini bisa menjaga Inggris tetap menjadi basis produksi kendaraan ekspor utama di Eropa. (rio)

Editor : Mizan Ahsani
#ekspor mobil #amerika #tarif ekspor #otomotif #mobil #Inggris #as