Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Fenomena Aphelion Terjadi Awal Juli, Ini Penjelasan dan Mitos Kesehatannya yang Harus Diluruskan

Satrio Jati • Senin, 7 Juli 2025 | 00:53 WIB
Ilustrasi matahari terbit di ufuk timur.
Ilustrasi matahari terbit di ufuk timur.

Jawa Pos Radar Madiun - Fenomena Aphelion kembali terjadi di awal Juli 2025.

Namun, beredar kabar di media sosial yang mengaitkan fenomena ini dengan meningkatnya risiko penyakit seperti batuk, pilek, atau demam.

Benarkah Aphelion berpengaruh terhadap kesehatan manusia?

Jawabannya tidak benar.

Menurut sumber ilmiah seperti BMKG dan para pakar astronomi, Aphelion tidak memiliki efek langsung terhadap kesehatan tubuh manusia.

Informasi yang mengaitkannya dengan penyakit lebih banyak bersumber dari mitos atau hoaks di media sosial.

Apa Itu Aphelion?

Aphelion adalah titik terjauh dalam orbit Bumi saat mengelilingi Matahari. Ini bagian alami dari gerak revolusi Bumi yang bentuk orbitnya elips (lonjong), bukan lingkaran sempurna.

Nama Aphelion berasal dari bahasa Yunani. "Apo" berarti "jauh dari" dan "helios" berarti "matahari". Sebaliknya, titik terdekat dinamakan Perihelion.

Kapan Aphelion Terjadi?

Tahun ini, Aphelion diperkirakan terjadi pada 3 Juli 2025 pukul 19.54 UTC atau 12.55 WIB.

Pada saat itu, jarak Bumi ke Matahari mencapai sekitar 152,1 juta kilometer, lebih jauh sekitar 4,8 juta kilometer dibanding saat Perihelion (sekitar 147 juta kilometer).

Meski Bumi lebih jauh dari Matahari saat Aphelion, tidak berarti suhu otomatis lebih dingin.

Justru di bulan Juli, belahan Bumi utara mengalami musim panas, karena kemiringan sumbu Bumi yang menghadap langsung ke Matahari.

Kesimpulannya, suhu dan musim ditentukan oleh kemiringan sumbu Bumi, bukan jarak ke Matahari. Jadi, Aphelion bukan penyebab perubahan cuaca ekstrem.

Meskipun Aphelion tidak berdampak langsung pada tubuh, perubahan cuaca secara umum tetap bisa memicu gangguan kesehatan.

Contohnya, batuk atau pilek akibat suhu yang berubah-ubah. Daya tahan tubuh menurun karena pola tidur terganggu. Alergi bisa terjadi akibat udara kering atau debu.

Fenomena Aphelion adalah bagian dari siklus astronomi tahunan yang tidak perlu ditakuti.

Justru, ini adalah kesempatan belajar mengenal lebih jauh tentang Bumi dan Tata Surya. Jadi, stop sebar hoaks, dan mari terus tingkatkan literasi sains masyarakat kita. (rio/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#matahari #fenomena #pilek #aphelion #bumi #batuk #penjelasan ilmiah