Jawa Pos Radar Madiun – Startup teknologi asal Tiongkok, DeepSeek, bersiap meluncurkan kecerdasan buatan (AI) otonom generasi terbaru pada kuartal keempat 2025.
Kehadiran teknologi ini disebut bakal menjadi penantang serius bagi raksasa global seperti OpenAI, Microsoft, hingga Anthropic yang saat ini mendominasi pasar pengembangan AI.
DeepSeek mengembangkan agen AI mandiri yang dirancang untuk menangani tugas-tugas kompleks secara berurutan dengan kemampuan belajar dari interaksi manusia.
Teknologi ini mampu menjalankan berbagai skenario, mulai dari merencanakan perjalanan hingga memperbaiki kode komputer tanpa bantuan manusia.
Dalam laporan Gulf News (8/9), pendiri DeepSeek Liang Wenfeng menegaskan bahwa model AI terbaru, R2, akan diluncurkan dengan fokus pada kualitas dan performa.
“Kesuksesan R1 membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus datang dari pusat besar. Fokus kami adalah memastikan R2 bisa diimplementasikan ke sektor-sektor riil,” ujarnya kepada Bloomberg.
UEA Jadi Pusat Investasi AI Otonom
Pengembangan ini mendapat perhatian khusus dari Uni Emirat Arab (UEA) yang berambisi menjadi pusat teknologi dan investasi global.
UEA melihat peluang besar memanfaatkan AI otonom DeepSeek untuk mendukung berbagai sektor, mulai dari keuangan, kesehatan, logistik, hingga transportasi.
Teknologi DeepSeek diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas, sekaligus memperluas jaringan teknologi UEA di kancah internasional.
Jika sesuai rencana, peluncuran R2 pada 2025 dapat menjadi tonggak penting dalam persaingan global AI, sekaligus menandai lahirnya pemain baru yang siap menantang dominasi perusahaan teknologi Barat. (fin)
Editor : AA Arsyadani