Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lagi, Israel Langgar Gencatan Senjata: Serangan Udara di Kamp Nuseirat Lukai Empat Warga Sipil Palestina

AA Arsyadani • Senin, 27 Oktober 2025 | 15:21 WIB

 

 

Israel kembali langgar gencatan senjata. Empat warga sipil Gaza terluka dalam serangan udara di kamp pengungsi Nuseirat.
Israel kembali langgar gencatan senjata. Empat warga sipil Gaza terluka dalam serangan udara di kamp pengungsi Nuseirat.

 

Jawa Pos Radar Lawu - Ketegangan kembali memanas di Jalur Gaza setelah empat warga sipil Palestina dilaporkan terluka akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah kendaraan di kamp pengungsi Nuseirat, Sabtu (26/10).

Serangan ini menjadi pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang seharusnya masih berlaku sejak awal Oktober 2025.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang komitmen Israel terhadap upaya perdamaian yang rapuh.

Mengutip laporan YeniSafak, ledakan terjadi di kawasan padat penduduk, tak jauh dari Klub Al-Ahli di pusat Nuseirat.

Pihak Rumah Sakit Al-Awda melaporkan telah menerima empat korban luka dengan kondisi bervariasi, dari sedang hingga parah.

“Para korban adalah warga sipil yang berada di sekitar lokasi saat kendaraan yang menjadi sasaran diserang,” ujar salah satu petugas medis Al-Awda yang enggan disebutkan namanya.

Menurut Reuters, militer Israel mengonfirmasi bahwa pihaknya memang melancarkan serangan tersebut dengan dalih menargetkan anggota kelompok Islamic Jihad.

Namun, sumber lokal menegaskan bahwa lokasi yang diserang berada di dalam zona ‘garis kuning’, yaitu wilayah yang seharusnya bebas dari operasi militer berdasarkan kesepakatan gencatan senjata 10 Oktober lalu yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Langkah ini menambah daftar panjang pelanggaran Israel terhadap perjanjian damai yang diharapkan dapat membuka jalan bagi stabilitas di Gaza.

Data dari Pemerintah Media Gaza mencatat bahwa sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan, setidaknya 97 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan yang terus berlanjut.

Padahal, kesepakatan tersebut mencakup pertukaran tahanan serta rencana rekonstruksi Gaza, dua poin penting yang diharapkan menjadi fondasi menuju pemulihan kemanusiaan dan diplomasi jangka panjang di wilayah itu.

Sejak pecahnya konflik besar pada Oktober 2023, lebih dari 68.500 warga Palestina tewas dan 170.300 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Angka ini menunjukkan skala krisis kemanusiaan yang terus memburuk meski tekanan internasional terhadap Israel semakin kuat.

Serangan di Nuseirat pun menjadi simbol nyata betapa rapuhnya proses perdamaian di Gaza.

Di tengah diplomasi global yang terus berjalan tanpa hasil konkret, rakyat Gaza kembali menjadi korban dari konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#serangan udara #krisis kemanusiaan #gaza #Nuseirat #gencatan senjata #Israel Palestina