Jawa Pos Radar Lawu - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengenang persahabatannya dengan mendiang Paus Fransiskus saat menghadiri Forum Internasional untuk Perdamaian “Daring Peace” di Vatikan, Roma, Senin (27/10).
Forum yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant’Egidio itu menghadirkan sejumlah tokoh dunia, termasuk Grand Syekh Al Azhar dan Ketua Majelis Hukama Muslimin Prof. Dr. Ahmed Al Tayeb.
Acara dipimpin oleh Prof. Marco Impagliazzo, Presiden Komunitas Sant’Egidio, serta dihadiri para kardinal, uskup, pastor, suster, dan delegasi lintas agama dari lebih dari 50 negara.
Kenangan Tak Terlupakan Bersama Paus Fransiskus
Dalam pernyataannya, Nasaruddin mengaku sangat terkejut ketika mendengar kabar duka wafatnya Paus Fransiskus.
“Ketika saya mendengar kabar duka dari Vatikan, saya merasa tak percaya. Semua kenangan tentang Paus Fransiskus muncul di benak saya. Saya merasakan tarikan keras di hati saya,” ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Selasa (28/10).
Ia mengungkapkan, kabar wafatnya Paus Fransiskus datang hanya beberapa jam setelah dirinya menerima undangan untuk berbicara di forum tersebut.
“Ada begitu banyak kenangan tak terlupakan bersama Paus Fransiskus. Bahkan ketika saya melihat foto kami di mana saya mencium keningnya dan beliau mencium tangan saya, saya merasa seolah beliau masih bersama kami,” tuturnya.
Momen Spiritual dan Persaudaraan Umat
Bagi Nasaruddin, pertemuannya dengan Paus Fransiskus bukan hanya pertemuan antar tokoh agama, tetapi pengalaman spiritual yang mengajarkan makna persaudaraan universal.
“Dalam percakapan singkat kami, Paus Fransiskus merujuk pada Ensiklik Fratelli Tutti dan mengatakan bahwa kita dipanggil untuk menjadi saudara dan saudari yang melampaui agama, ras, dan bangsa,” ujarnya.
Menurut Nasaruddin, kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024 merupakan momen bersejarah yang mempererat semangat toleransi dan dialog antaragama.
“Saya teringat beberapa momen yang saya lalui bersama Paus Fransiskus. Beliau menekankan perannya dalam memupuk persaudaraan dan kesetaraan antarumat manusia di skala global,” ucapnya.
Deklarasi Istiqlal dan Pesan Toleransi
Dalam kunjungan tersebut, Paus Fransiskus bersama Nasaruddin Umar menandatangani Deklarasi Istiqlal bersama para pemimpin lintas agama Indonesia sebagai simbol komitmen terhadap perdamaian dan persaudaraan dunia.
“Paus Fransiskus tidak hanya berbicara tentang kasih, tetapi yang lebih penting, beliau menunjukkan pelajaran tentang kesederhanaan. Beliau datang ke Indonesia dengan penampilan yang sederhana,” kenangnya.
Nasaruddin menambahkan, masyarakat Indonesia mengenang Paus Fransiskus sebagai sosok pemimpin yang penuh kasih, rendah hati, dan menjadi teladan dalam kehidupan sederhana.
“Bagi saya, Paus Fransiskus adalah sosok yang beriman teguh, rendah hati, dan penuh harapan. Bukti nyata akan pelayanan kepada sesama, kebaikan, belas kasih, dan cinta yang mendalam bagi semua ciptaan,” pungkasnya. (fin)
Editor : AA Arsyadani