Jawa Pos Radar Lawu - Pemilihan Wali Kota New York akan digelar pada Selasa, 4 November 2025.
Tiga nama besar bertarung dalam kontestasi politik kota terpadat di Amerika Serikat ini: Zohran Mamdani dari Partai Demokrat, Curtis Sliwa dari Partai Republik, dan Andrew Cuomo dari jalur independen.
Pemenangnya akan menggantikan Eric Adams, wali kota petahana dari Partai Demokrat.
Nama Zohran Kwame Mamdani kini menjadi sorotan. Politisi muda berusia 34 tahun ini unggul jauh dalam berbagai survei, bahkan meninggalkan rival terdekatnya, Andrew Cuomo, dengan selisih dua digit.
Sosoknya dianggap fenomenal karena bukan hanya mewakili kaum muda dan progresif, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan politik Muslim di Amerika Serikat.
Sebagai seorang imigran dan penganut Islam, Mamdani berhasil menembus batas yang selama ini membatasi representasi Muslim di kancah politik Amerika, terutama setelah meningkatnya islamofobia pasca peristiwa 11 September 2001.
Ia menjadi bagian dari generasi muda Muslim yang berani mengorganisasi diri dan membangun kekuatan politik secara konsisten di New York.
Kebangkitan Politik Muslim Muda New York
Menurut pengamat politik Moustafa Bayoumi, komunitas Muslim di New York kini telah mencapai sekitar satu juta jiwa, dengan lebih dari 350.000 orang terdaftar sebagai pemilih.
Pada pemilihan wali kota tahun 2021, hanya 12 persen di antaranya yang menggunakan hak pilih.
Namun, perubahan signifikan terlihat pada tahun ini.
Di mana partisipasi pemilih Muslim dan Asia Selatan naik hingga 60 persen dibandingkan pemilihan sebelumnya.
“Didorong oleh kebutuhan untuk melawan gelombang islamofobia yang terus meningkat, kaum muda Muslim New York telah menghabiskan bertahun-tahun membangun kekuatan politik di kota ini, membentuk institusi lokal, dan menciptakan arah politik baru,” tulis Bayoumi (24/10/2025) dikutip dari The Guardian.
Bayoumi menambahkan, gerakan ini tidak sekadar tentang identitas, melainkan juga perjuangan sosial yang lebih luas.
Selama bertahun-tahun pasca 2001, umat Islam di New York menghadapi pengawasan ketat, bahkan penyusupan oleh informan ke masjid-masjid dan organisasi sosial. Situasi tersebut memicu kesadaran kolektif untuk berjuang dari dalam sistem.
Tokoh pertama yang membuka jalan adalah Robert Jackson, anggota dewan kota pertama yang beragama Islam pada 2001.
Dari sinilah inspirasi politik bagi generasi Muslim muda bermula.
Dari Aktivisme ke Panggung Politik
Momentum kebangkitan semakin kuat ketika pada 2013 berdiri Muslim Democratic Club of New York (MDCNY), wadah politik progresif yang kelak mengantarkan Mamdani menuju panggung politik utama.
Ia mulai aktif di klub tersebut dan menjabat sebagai anggota dewan antara 2018–2019, sebelum akhirnya memenangkan kursi parlemen negara bagian Queens pada 2020.
Setelah menjabat, Mamdani dikenal sebagai politisi yang berpihak pada kaum pekerja.
Salah satu aksi yang melejitkan namanya adalah keterlibatannya dalam aksi mogok makan selama 15 hari bersama Aliansi Pekerja Taksi untuk menuntut keringanan utang bagi para pengemudi yang terjebak dalam sistem eksploitatif.
Sebagian besar dari mereka berasal dari Asia Selatan, komunitas yang kini menjadi basis kuat pendukung Mamdani.
Program Sosial Populis dan Dukungan Pekerja
Lembaga riset Brookings Institution mencatat, popularitas Mamdani meningkat pesat berkat gagasan-gagasan konkret yang pro-rakyat.
Di antaranya adalah bus gratis bagi warga kota, pembekuan sewa untuk menanggulangi krisis perumahan, serta layanan penitipan anak tanpa biaya.
Program-program tersebut menjadikannya simbol harapan bagi kelas pekerja New York.
Dengan pendekatan sosial demokrat dan gaya komunikasi yang memanfaatkan media sosial secara efektif, Mamdani berhasil membangun citra sebagai politisi muda yang dekat dengan rakyat.
Jika menang dalam pemilihan pada awal November mendatang, Zohran Mamdani akan mencatat sejarah sebagai wali kota Muslim pertama di New York.
Tonggak baru bagi politik inklusif di Amerika Serikat, sekaligus bukti bahwa suara minoritas kini mulai mendapat ruang di panggung utama demokrasi. (fin)
Editor : AA Arsyadani