Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pernyataan Mengejutkan Donald Trump, Isyaratkan Masa Jabatan Presiden Tiga Periode di Gedung Putih?

AA Arsyadani • Rabu, 29 Oktober 2025 | 20:56 WIB

 

 

 

Presiden Donald Trump mengumumkan perubahan nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang.
Presiden Donald Trump mengumumkan perubahan nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang.

Jawa Pos Radar Madiun - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memantik kontroversi setelah mengisyaratkan keinginannya menjabat untuk masa ketiga.

Dalam perjalanan menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One pada Senin (27/10), Trump menyatakan secara terbuka bahwa dirinya “ingin sekali” kembali menjabat, meski Konstitusi AS secara tegas membatasi masa jabatan presiden hanya dua periode.

“Saya akan senang melakukannya. Angka dukungan saya saat ini yang terbaik sepanjang masa,” ujar Trump kepada wartawan saat dalam penerbangan dari Malaysia menuju Jepang.

Pernyataan itu sontak mengundang reaksi keras dari para pengamat politik dan ahli hukum tata negara di Washington.

Banyak pihak menilai pernyataan tersebut bukan sekadar lelucon politik, melainkan bentuk sinyal ambisius dari Trump untuk tetap mempertahankan kekuasaan di Gedung Putih.

Beberapa sekutu Trump bahkan sempat melempar ide agar ia kembali ke kursi kepemimpinan lewat jalur tidak langsung.

Misalnya mencalonkan diri sebagai wakil presiden dan naik jabatan jika calon presiden mundur. Namun, Trump menolak skenario tersebut.

“Saya tidak akan melakukan itu. Terlalu lucu. Saya rasa orang-orang tidak akan menyukainya. Itu tidak benar,” ujarnya.

Ahli hukum tata negara menegaskan, ide semacam itu tetap melanggar Konstitusi.

Pasal ke-12 Amandemen AS dengan jelas menyebutkan bahwa seseorang yang tidak lagi memenuhi syarat sebagai presiden juga tidak dapat menjadi wakil presiden.

Artinya, karena Trump sudah menjabat dua kali, peluangnya untuk kembali mencalonkan diri sepenuhnya tertutup.

Dalam wawancara yang dikutip dari Al-Jazeera, Trump yang kini berusia 79 tahun juga mengaku masih “terbuka kemungkinan” untuk kembali ikut dalam kontestasi politik, meski tidak memberikan jawaban tegas.

“Apakah saya tidak menutup kemungkinan? Kalian yang bisa menilainya,” katanya.

Trump bahkan enggan memberikan kepastian ketika ditanya apakah ia siap menempuh jalur hukum untuk mencalonkan diri lagi.

“Saya belum terlalu memikirkannya,” ucapnya singkat.

Pernyataan tersebut dilontarkan di tengah lawatannya ke Asia. Setelah menghadiri KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Trump dijadwalkan menuju Tokyo sebelum melanjutkan kunjungan ke Korea Selatan untuk menghadiri forum APEC.

Dalam kesempatan itu, ia dijadwalkan bertemu sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Tiongkok Xi Jinping, untuk membahas isu ekonomi dan keamanan kawasan.

Menutup pernyataannya, Trump juga menyebut dua tokoh Partai Republik yang dinilainya potensial menjadi penerus: Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

“Saya pikir kalau mereka berdua bekerja sama, itu akan menjadi kekuatan yang tak tertandingi,” ujarnya.

Komentar Trump ini kembali memperlihatkan meningkatnya politik personalitas di Amerika Serikat.

Dalam sistem demokrasi yang mengedepankan pembatasan kekuasaan, pernyataan seorang presiden tentang masa jabatan ketiga menimbulkan kekhawatiran akan munculnya kecenderungan otoritarian.

Meski secara hukum hampir mustahil baginya menjabat kembali, ucapan Trump tetap menjadi simbol perubahan dalam lanskap politik AS di mana figur lebih diutamakan daripada prinsip konstitusi. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#gedung putih #politik AS #donald trump