Jawa Pos Radar Madiun - Jacob Elordi kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu aktor paling bersinar di Hollywood. Setelah mencuri perhatian lewat akting intensnya sebagai Felix Catton di Saltburn dan Elvis Presley di Priscilla,
Aktor asal Australia itu kembali menantang batas kemampuan aktingnya lewat peran terbaru sebagai The Creature dalam film Frankenstein (2025) garapan Guillermo del Toro.
Penampilannya yang dinilai “transformasional” membuat publik semakin penasaran dengan perjalanan kariernya.
Latar Belakang Jacob Elordi
Jacob Nathaniel Elordi lahir pada 26 Juni 1997 di Brisbane, Australia, dari keluarga pekerja keras.
Sang ayah, John Elordi, berasal dari Basque Country, Spanyol, dan bekerja sebagai tukang cat, sementara ibunya, Melissa, adalah ibu rumah tangga aktif.
Sejak kecil, Jacob tertarik pada seni, meski sempat menekuni rugby sebelum cedera punggung membuatnya meninggalkan olahraga dan fokus pada dunia akting.
Minatnya pada seni peran berkembang lewat berbagai produksi teater sekolah, seperti Seussical dan Charlie and the Chocolate Factory.
Ia banyak mengidolakan aktor-aktor legendaris seperti Heath Ledger, Marlon Brando, Daniel Day Lewis, hingga Christian Bale yang kemudian memengaruhi gaya aktingnya yang ekspresif dan mendalam.
Awal Karier: Dari Figuran ke Wajah Baru Hollywood
Langkah pertama Elordi di industri film dimulai pada 2017 ketika ia menjadi figuran di Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales.
Tahun berikutnya, ia tampil dalam film Australia Swinging Safari. Meski perannya kecil, pengalaman itu membuka pintu menuju karier internasional.
Kesempatan besar datang pada 2018 lewat film Netflix The Kissing Booth, di mana ia memerankan Noah Flynn.
Walau mendapat ulasan campuran dari kritikus, film tersebut sukses besar secara global dan langsung melambungkan nama Jacob sebagai idola remaja.
Dari Romansa Remaja ke Peran Berat di Hollywood
Baca Juga: Profil Jaafar Jackson, Keponakan Michael Jackson yang Jadi Pemeran Utama Film Biografi “MICHAEL”
Kesuksesan The Kissing Booth membuat Jacob semakin dikenal, tetapi ia merasa tipe perannya terlalu dangkal.
Penolakan untuk terjebak dalam stereotip itu mendorongnya mengejar proyek yang lebih serius.
Tahun 2019 menjadi titik balik ketika ia mendapatkan peran besar sebagai Nate Jacobs dalam serial HBO Euphoria.
Tokoh Nate yang kompleks dan penuh konflik emosional memperlihatkan sisi matang Elordi sebagai aktor drama.
Perannya diganjar pujian luas dan menandai transformasi kariernya ke arah yang lebih prestisius.
Puncak Transformasi: ‘Priscilla’, ‘Saltburn’, hingga ‘Frankenstein’
Tahun 2023 menjadi momentum penting bagi Elordi. Ia memerankan Elvis Presley dalam film Priscilla karya Sofia Coppola dan tampil sebagai Felix Catton dalam Saltburn yang memberinya nominasi BAFTA.
Dua film ini membuktikan bahwa ia mampu mengambil peran yang lebih menantang secara emosional dan artistik.
Pada 2025, Elordi kembali mencuri perhatian lewat perannya sebagai The Creature dalam adaptasi Frankenstein karya Guillermo del Toro.
Beradu akting dengan Oscar Isaac dan Mia Goth, ia menampilkan kedalaman emosional yang jarang terlihat pada karakter ikonik tersebut.
Jacob Elordi Mantap di Puncak Popularitas
Di luar akting, Jacob dikenal sebagai ikon fashion dengan gaya maskulin dan elegan. Tingginya yang mencapai 1,96 meter membuatnya cocok menjadi wajah kampanye berbagai brand internasional, termasuk Hugo Boss dan TAG Heuer.
Kehidupan percintaannya pernah menjadi sorotan, namun kini ia lebih memilih menjaga privasi dan fokus pada proyek-proyek film yang bermuatan seni.
Dalam perjalanan kurang dari satu dekade, Jacob Elordi berhasil naik kelas dari bintang film remaja menjadi salah satu aktor paling menjanjikan di generasinya.
Dengan deretan proyek bergengsi lain seperti The Narrow Road to the Deep North dan The Dog Stars, masa depan Elordi di Hollywood tampaknya baru saja dimulai.
(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun