Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kisah Gelap Guy Fawkes, Tokoh di Balik Topeng Anonymous yang Jadi Simbol Perlawanan Modern

Satrio Jati • Sabtu, 29 November 2025 | 15:50 WIB
Topeng Guy Fawkes yang kini menjadi simbol perlawanan modern.
Topeng Guy Fawkes yang kini menjadi simbol perlawanan modern.

Jawa Pos Radar Madiun - Nama Guy Fawkes kini lebih sering muncul sebagai simbol perlawanan terhadap tirani dan kekuasaan yang dianggap semena-mena.

Topeng ikonik yang menyerupai wajahnya, dipopulerkan lewat novel grafis dan film V for Vendetta, menjelma menjadi lambang global bagi gerakan aktivis dan kelompok peretas seperti Anonymous. Namun, kisah asli di balik figur ini jauh lebih gelap dan kompleks.

Guy Fawkes (1570–1606) adalah seorang Katolik yang hidup dalam bayang-bayang penindasan di Inggris, ketika umat Katolik mengalami diskriminasi di bawah kepemimpinan kerajaan Protestan, terutama pada masa Raja James I.

Ia bahkan memilih meninggalkan keyakinan awalnya sebagai Protestan dan berpindah menjadi Katolik, sebelum akhirnya bergabung dengan pasukan Katolik Spanyol.

Perjalanan hidupnya berubah drastis ketika ia terlibat dalam rencana besar yang dikenal sebagai Gunpowder Plot (Plot Bubuk Mesiu).

Bersama sekelompok konspirator yang dipimpin Robert Catesby, Fawkes menyusun rencana ekstrem untuk menggulingkan kekuasaan Protestan.

Target mereka brutal dan jelas, yakni membunuh Raja James I beserta anggota Parlemen dengan meledakkan House of Lords tepat pada hari pembukaan sidang.

Berkat pengalaman militernya dan wajahnya yang tidak dikenal di London, Fawkes dipercaya menjadi eksekutor utama.

Ia menyamar sebagai pelayan dan mengawasi 36 tong bubuk mesiu yang disembunyikan di ruang bawah tanah gedung Parlemen. Semua berjalan mulus sampai satu kesalahan kecil mengubah segalanya.

Pada malam 4–5 November 1605, sebelum rencana terlaksana, sebuah surat anonim dikirimkan kepada anggota Parlemen Katolik sebagai peringatan untuk menjauhi gedung sidang.

Informasi ini memicu pemeriksaan besar-besaran yang akhirnya mengungkap keberadaan Fawkes di ruang bawah tanah, lengkap dengan bubuk mesiu dan pemantik api di tangannya.

Baca Juga: Timeline Janggal Shanks di One Piece 1167 RAW: Bentuk Bajak Laut, Gabung Pedang Dewa, Balik Jadi Bajak Laut

Fawkes ditangkap hidup-hidup dan disiksa hingga mengungkap identitas seluruh rekan konspiratornya. Ia dan para anggota plot lainnya kemudian diadili dan dihukum mati dengan metode yang sangat brutal pada Januari 1606.

Meski rencana itu gagal total, peristiwa ini terus dikenang setiap tahun sebagai Guy Fawkes Night (Malam Guy Fawkes) atau Bonfire Night setiap 5 November.

Dari tokoh pengkhianat, namanya justru berevolusi menjadi simbol perlawanan global di era modern. Sebuah ironi sejarah yang terus hidup lewat topeng putih yang kini banyak digunakan dalam demonstrasi dan aksi aktivisme digital. (rio/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Sejarah Inggris #parlemen inggris #Anonymous #V for Vendetta #guy fawkes #topeng Anonymous #gunpowder plot #tirani