Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Erawati, PMI asal Malang Gugur saat Lindungi Bayi Majikan dalam Kebakaran Hong Kong

AA Arsyadani • Senin, 1 Desember 2025 | 03:54 WIB

 

Erawati, PMI asal Dampit, Malang yang tewas saat kebakaran hebat di Hong Kong.
Erawati, PMI asal Dampit, Malang yang tewas saat kebakaran hebat di Hong Kong.

Jawa Pos Radar Madiun - Erawati (37), pekerja migran asal Dampit, Kabupaten Malang, menjadi salah satu dari tujuh WNI yang tewas dalam kebakaran besar di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong.

Kabar duka ini sudah dikonfirmasi Disnaker Kabupaten Malang dan Kementerian Luar Negeri RI.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Malang, Tri Darmawan, menyebut Erawati terdaftar dalam SISKOP2MI.

“Informasinya, bayi majikannya selamat,” ujarnya, merujuk laporan awal dari komunitas PMI di Hong Kong. Keluarga juga telah diberi tahu mengenai kejadian tersebut.

Kisah detik-detik terakhir Erawati menyebar luas di komunitas PMI.

Ia ditemukan dalam posisi memeluk bayi majikannya ketika api membesar.

Bayi itu berhasil diselamatkan dan kini dirawat dalam kondisi kritis.

Banyak pekerja migran menyampaikan duka dan penghormatan atas keberaniannya.

Kebakaran di Wang Fuk Court terdeteksi Rabu (26/11) menjelang pukul 15.00 waktu setempat dan dengan cepat membesar akibat perancah bambu serta jaring bangunan.

Status darurat naik ke level tertinggi “No. 5 alarm” pada pukul 18.22.

Hingga Sabtu (29/11), otoritas Hong Kong melaporkan 128 tewas dan 79 luka serius. Tujuh WNI, semuanya pekerja domestik perempuan, termasuk di antara korban meninggal.

KJRI Hong Kong mencatat sekitar 140 PMI tinggal atau bekerja di area tersebut.

Dari jumlah itu, 61 berhasil dihubungi dan diverifikasi, sementara 79 lainnya masih ditelusuri bersama Hong Kong Police Force (HKPF).

Sejak Rabu malam, KJRI membuka posko darurat untuk menerima pengungsi, mengumpulkan data, dan membantu penerbitan ulang paspor bagi WNI yang kehilangan dokumen.

Posko tambahan juga dibuka di Tai Po Community Center. Dit PWNI Kemlu telah membentuk tim Family Engagement untuk pendampingan keluarga korban, termasuk pemulangan jenazah serta hak-hak finansial.

Kemlu mengingatkan WNI untuk mewaspadai informasi tidak resmi terkait kejadian tersebut.

Pemerintah Hong Kong masih menyelidiki penyebab kebakaran dan telah menahan 11 orang terkait dugaan kelalaian fatal dalam pemasangan material bangunan.

Tragedi ini menjadi salah satu kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir, dan proses identifikasi korban masih terus berlangsung. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#kebakaran hongkong #pekerja migran #kebakaran Wang Fuk Court