Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Bentrokan Thailand–Kamboja Masuki Hari ke-11, 52 Orang Tewas dan 700.000 Warga Mengungsi

Sukma Maharani Putri • Kamis, 18 Desember 2025 | 22:05 WIB
Bentrokan bersenjata antara Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan memasuki hari ke-11 pada Rabu (17/12).
Bentrokan bersenjata antara Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan memasuki hari ke-11 pada Rabu (17/12).

Jawa Pos Radar Madiun - Bentrokan bersenjata antara Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan memasuki hari ke-11 pada Rabu (17/12).

Sejak konflik terbaru pecah pada 7 Desember, total korban tewas dilaporkan mencapai 52 orang dari kedua pihak.

Selain korban jiwa, konflik ini juga memaksa lebih dari 700.000 warga mengungsi dari kawasan perbatasan.

Kementerian Pertahanan Kamboja menuduh tentara Thailand melakukan serangan artileri dan menggunakan pesawat nirawak atau drone di wilayah sengketa.

Pasukan Kamboja dilaporkan membalas serangan tersebut dengan meluncurkan roket BM-21 ke sejumlah posisi militer Thailand.

Menurut laporan media Thai PBS, eskalasi bentrokan terjadi setelah tentara Thailand berhasil merebut wilayah Chong Anh Ma dalam pertempuran sengit.

Perebutan wilayah tersebut disebut menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya intensitas konflik.

Di sisi lain, pemerintah Thailand menegaskan bahwa Kamboja harus menjadi pihak pertama yang secara resmi mengumumkan gencatan senjata.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Maratee Nalita Andamo, menyatakan bahwa setiap kesepakatan penghentian pertempuran harus memenuhi persyaratan tertentu dan dapat dipercaya.

Thailand juga menuntut kerja sama Kamboja dalam proses pembersihan ranjau darat di wilayah perbatasan sebagai salah satu syarat utama menuju gencatan senjata.

Menurut Bangkok, ranjau tersebut telah menyebabkan korban di pihak militer Thailand.

Hingga saat ini, Thailand melaporkan 19 tentara dan 16 warga sipil tewas akibat konflik.

Sementara itu, Kamboja menyatakan 17 warganya meninggal dunia dan 77 orang lainnya luka-luka. Data korban terus bertambah seiring berlanjutnya bentrokan di lapangan.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyatakan bahwa kedua negara telah sepakat untuk menghentikan pertempuran.

Namun, pernyataan tersebut belum terwujud di lapangan, karena bentrokan kembali pecah setelahnya.

Konflik terbaru ini memperpanjang sejarah sengketa perbatasan Thailand–Kamboja yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Pada Juli lalu, bentrokan serupa juga terjadi dan menewaskan sedikitnya 48 orang.

Selain itu, sekitar 18 tentara Kamboja dilaporkan masih berada dalam tahanan otoritas Thailand terkait serangkaian insiden perbatasan dalam lima bulan terakhir.

Situasi ini semakin memperumit upaya diplomasi kedua negara.

Eskalasi konflik yang berkepanjangan menegaskan rapuhnya perdamaian di perbatasan Thailand–Kamboja dan memicu tekanan internasional agar kedua pihak segera menempuh solusi damai melalui jalur diplomasi. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#thailand #kamboja #Thailand dan Kamboja #perang Thailand dan Kamboja