Jawa Pos Radar Madiun - Perayaan malam Tahun Baru di Swiss berubah menjadi tragedi mematikan setelah sebuah bar di kota resor ski Crans-Montana dilanda ledakan hebat yang memicu kebakaran besar.
Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 10 orang, sementara sekitar 10 korban lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi serius, Kamis (1/1).
Kepolisian Swiss menyampaikan kepada Sky News bahwa kebakaran terjadi di Le Constellation Bar and Lounge, sebuah tempat hiburan dua lantai yang saat kejadian dipadati lebih dari 100 pengunjung.
Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat (07.30 WIB), ketika suasana perayaan Tahun Baru masih berlangsung.
Meski insiden dipicu oleh ledakan, pihak berwenang menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak dikategorikan sebagai aksi terorisme.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan.
Media Swiss Blick mengutip keterangan seorang dokter yang menyebut puluhan orang mengalami luka akibat insiden tersebut.
Tim tanggap darurat dikerahkan secara besar-besaran ke lokasi.
Polisi, petugas pemadam kebakaran, serta tim medis darurat bekerja sepanjang malam untuk mengevakuasi korban.
Sejumlah helikopter penyelamat turut diterjunkan guna mempercepat proses evakuasi dari area resor pegunungan tersebut.
Untuk mendukung operasi penyelamatan, aparat menutup total kawasan di sekitar lokasi kejadian dan memberlakukan zona larangan terbang sementara.
Seorang dokter dari layanan ambulans udara dan penyelamatan Swiss mengatakan kepada stasiun televisi RTS bahwa rumah sakit terdekat kewalahan menangani korban luka bakar akibat banyaknya pasien yang harus dirawat secara bersamaan.
Pihak berwenang juga membuka nomor telepon khusus bagi keluarga yang mencari informasi tentang kerabat mereka yang berada di kawasan resor Valais pada malam kejadian.
Langkah ini diambil untuk membantu proses identifikasi korban dan mengurangi kepanikan publik.
Di media sosial, beredar spekulasi bahwa insiden tersebut kemungkinan dipicu oleh perangkat piroteknik yang digunakan saat konser di lokasi bar.
Namun, kepolisian menegaskan bahwa informasi tersebut belum diverifikasi dan masih menjadi bagian dari penyelidikan awal.
Otoritas setempat menjadwalkan konferensi pers pada Kamis pukul 10.00 waktu setempat (16.00 WIB) guna memberikan keterangan resmi terkait kronologi, penyebab ledakan, serta perkembangan terbaru penanganan korban. (fin)
Editor : AA Arsyadani