Jawa Pos Radar Madiun - Sebuah pesawat tempur F-16V milik Angkatan Udara Taiwan dilaporkan jatuh ke laut saat menjalani latihan rutin pada Selasa, 6 Januari 2026.
Hingga kini, pilot pesawat tersebut belum ditemukan, meski diduga sempat melakukan pelontaran diri sebelum jet tempur menghantam perairan.
Pihak Angkatan Udara Taiwan menjelaskan, pesawat lepas landas dari Pangkalan Udara Hualien sekitar pukul 18.17 waktu setempat.
Namun, sekitar satu jam kemudian, pesawat dilaporkan jatuh di perairan sekitar 10 mil laut atau kurang lebih 18 kilometer di sebelah timur Kota Fengbin, Kabupaten Hualien, pada pukul 19.29.
Militer memperkirakan pilot berhasil keluar dari pesawat dalam situasi darurat.
Operasi pencarian dan penyelamatan pun langsung digelar dengan melibatkan kapal Penjaga Pantai, unsur militer, serta kapal nelayan di sekitar lokasi kejadian.
Hingga Rabu pagi (7/1), upaya pencarian belum membuahkan hasil.
Proses evakuasi dilaporkan menghadapi kendala cuaca buruk, termasuk gelombang laut tinggi dan jarak pandang yang terbatas di wilayah perairan timur Taiwan.
Pemerintah setempat memastikan seluruh sumber daya penyelamatan telah dikerahkan sejak laporan kecelakaan diterima.
Koordinasi lintas lembaga terus diperkuat, dengan cakupan pencarian yang diperluas untuk meningkatkan peluang menemukan pilot dalam kondisi selamat.
Pesawat yang mengalami kecelakaan diketahui merupakan F-16V, varian hasil modernisasi armada tempur Taiwan.
Melalui proyek “Phoenix Development”, Taiwan telah meningkatkan 141 unit F-16A/B menjadi F-16V, yang rampung pada 2023.
Selain itu, Taiwan juga tengah memperkuat kekuatan udaranya dengan rencana pembelian 66 unit F-16V Block 70.
Dengan tambahan tersebut, Angkatan Udara Taiwan diproyeksikan mengoperasikan sekitar 400 pesawat tempur, termasuk sekitar 200 unit F-16V. (fin)
Editor : AA Arsyadani