Jawa Pos Radar Madiun – Kotak pandora skandal kejahatan seksual yang melibatkan mendiang miliarder Jeffrey Epstein berpotensi terbuka lebih lebar.
Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) akhirnya memenangkan pertempuran melawan kerahasiaan negara.
Mulai pekan depan, tepatnya Senin (9/2), para legislator diizinkan untuk meninjau jutaan halaman dokumen pemerintah terkait Epstein secara tanpa sensor (unredacted).
Laporan NBC News (Jumat, 6/2) menyebutkan bahwa akses ini diberikan setelah tekanan kuat dari Kongres kepada Departemen Kehakiman (DOJ) AS.
Baca Juga: Ini Alasan Persija Rekrut Cyrus Margono: Dikontrak 2,5 Tahun, Kenakan Jersey Nomor 93
Syarat Ketat: Dilarang Bawa HP!
Meski lampu hijau telah menyala, proses peninjauan dokumen sensitif ini dilakukan dengan protokol keamanan super ketat. Anggota Kongres tidak bisa membawa pulang berkas tersebut.
Aturan Main Peninjauan Dokumen Epstein:
-
Wajib datang langsung ke kantor Departemen Kehakiman (DOJ).
-
Harus memberikan pemberitahuan 24 jam sebelumnya.
-
Dilarang keras membawa perangkat elektronik (HP, kamera, laptop) ke dalam ruang baca.
-
Legislator hanya diperbolehkan membuat catatan tulisan tangan.
-
Yang diperlihatkan adalah salinan (copy) tanpa sensor, bukan dokumen asli.
Hanya Setengah dari Total Rahasia
Para legislator nantinya akan dihadapkan pada tiga juta halaman dokumen.
Angka ini terbilang fantastis, namun Departemen Kehakiman mengakui bahwa jumlah tersebut baru sekitar setengah dari total seluruh berkas yang berada dalam penguasaan lembaga tersebut.
Dokumen-dokumen ini sebelumnya telah dipublikasikan ke publik namun dengan banyak bagian yang disensor (ditutup tinta hitam).
Kini, Kongres akan melihat versi tanpa sensor.
Baca Juga: Kesal Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Sidomulyo Madiun Tanam Pohon Pisang
Kemenangan Transparansi
Akses ini merupakan buah dari desakan keras lintas partai.
Anggota parlemen Ro Khanna dan Thomas Massie sebelumnya mengirim surat tegas kepada Wakil Jaksa Agung Todd Blanche, menuntut transparansi total.
"Ketika Kongres melawan, Kongres bisa menang," ujar Ro Khanna bangga, Jumat (6/2).
Ia menambahkan bahwa langkah ini membuktikan legislatif tidak bisa dipandang sebelah mata oleh eksekutif.
"Saya selalu percaya bahwa Kongres tidak boleh menjadi keset. Bukan hanya dalam isu berkas Epstein, tapi juga isu lainnya," tegasnya.
Publik dunia kini menanti, nama besar siapa lagi yang akan muncul atau fakta mengejutkan apa yang akan terungkap dari 3 juta halaman dokumen tanpa sensor tersebut. (naz)
Editor : Mizan Ahsani