JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran memastikan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran masih dalam kondisi aman di tengah meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan tersebut.
Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, menyampaikan bahwa laporan terbaru dari berbagai simpul komunitas WNI menunjukkan tidak adanya ancaman langsung yang dirasakan hingga saat ini.
“Sekitar pukul 2.30 waktu setempat, seluruh simpul-simpul WNI yang kami hubungi di berbagai kota di Iran menyampaikan bahwa dirinya tidak mengalami atau merasakan ancaman langsung terhadap para WNI,” kata Rolliansyah Soemirat melalui pesan suara di Jakarta, Sabtu.
329 WNI Terpantau KBRI Tehran
Menurut Rolliansyah, secara resmi terdapat sekitar 329 WNI yang telah melakukan lapor diri kepada KBRI Tehran.
Saat ini, fokus utama perwakilan Indonesia adalah menjaga komunikasi intensif dengan seluruh WNI di berbagai wilayah Iran.
“Komunikasi ini sangat penting agar kami dapat memberikan penilaian paling tepat untuk memberikan bantuan dan perlindungan yang dibutuhkan para WNI,” ujar Roy.
Ia menambahkan bahwa penilaian situasi keamanan terus dilakukan melalui koordinasi antara KBRI Tehran dan Kementerian Luar Negeri RI.
KBRI juga mengimbau seluruh WNI di Iran untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengambil langkah pengamanan pribadi dan keluarga sesuai kondisi masing-masing.
Eskalasi Konflik Iran Memicu Kekhawatiran Global
Situasi keamanan meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Sabtu (28/2).
Operasi tersebut disebut sebagai serangan kedua yang dilakukan Presiden AS Donald Trump setelah aksi militer sebelumnya pada Juni 2025.
Trump menyatakan pasukan Amerika Serikat melakukan operasi militer berskala besar untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman terkait dugaan pengembangan senjata nuklir Iran.
Indonesia Dorong Dialog dan Diplomasi
Di tengah meningkatnya ketegangan, Indonesia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan jalur dialog serta diplomasi.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi komunikasi damai guna menciptakan kembali stabilitas keamanan kawasan.
“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Editor : Ockta Prana Lagawira