Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Di Hadapan 160 Ulama, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza

Mizan Ahsani • Jumat, 6 Maret 2026 | 04:25 WIB

Presiden Prabowo Subianto tampil dalam poster Abraham Shield, berdiri sejajar dengan Benjamin Netanyahu dan Donald Trump dan dinarasikan mendukung Israel.
Presiden Prabowo Subianto tampil dalam poster Abraham Shield, berdiri sejajar dengan Benjamin Netanyahu dan Donald Trump dan dinarasikan mendukung Israel.

Jawa Pos Radar Madiun - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Ia bahkan menyatakan siap menarik Indonesia dari keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) jika lembaga tersebut tidak memberikan manfaat bagi perjuangan rakyat Palestina.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat bersilaturahmi dan berdialog dengan lebih dari 160 kiai dan ulama di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (5/3) malam.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Cholil Nafis yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, Presiden menjelaskan bahwa tujuan utama Indonesia bergabung dalam BoP adalah untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

“Soal BoP, beliau bertekad tujuannya untuk kemerdekaan Palestina. Jika tidak untuk kemerdekaan Palestina, beliau siap mundur,” kata Cholil Nafis kepada wartawan setelah acara.

Menurut Cholil, Presiden juga menegaskan seluruh langkah yang diambil Indonesia dalam BoP semata-mata untuk kepentingan Palestina.

“Janjinya, kalau memang saya tidak bermanfaat di BoP, saya akan mundur. Beliau berkomitmen semua yang dilakukan untuk Palestina, untuk kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Cholil menambahkan, dalam dialog tersebut tidak ada pembahasan yang mengaitkan masa depan BoP dengan serangan sepihak terhadap Iran oleh Amerika Serikat maupun Israel.

“BoP spesifik untuk Palestina,” tegasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Cholil juga menyampaikan pandangannya bahwa keberadaan BoP dinilai kurang efektif sebagai alat perjuangan bagi kemerdekaan Palestina.

Ia menilai Indonesia sebaiknya lebih memaksimalkan peran organisasi internasional yang sudah ada, seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Kami melihatnya tidak efektif BoP itu karena ternyata penggagasnya juga tidak memberikan gambaran baik, baik track record maupun sikap yang benar-benar memihak pada perdamaian,” kata Cholil.

Opsi untuk keluar dari BoP sebelumnya juga pernah disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan para kiai dan ulama di Istana pada 3 Februari 2026. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Dewan Perdamaian #amerika #Board of Peace #gaza #donald trump #iran #prabowo #palestina #israel