Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Korut Dukung Pemimpin Tertinggi Baru Iran Mojtaba Khamenei, Kecam Serangan Militer AS–Israel

AA Arsyadani • Kamis, 12 Maret 2026 | 11:39 WIB

 

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un

Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Korea Utara secara resmi menyatakan dukungan terhadap keputusan Iran yang menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut.

Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah pada Rabu, Pyongyang juga sekaligus mengecam keras serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dukungan ini disampaikan setelah Majelis Pakar Iran secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai penerus kepemimpinan negara tersebut pada 8 Maret, menyusul kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Pyongyang Hormati Pilihan Iran

Menurut laporan Korean Central News Agency (KCNA), juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan bahwa negaranya menghormati keputusan rakyat Iran melalui Majelis Pakar.

"Sehubungan dengan pengumuman resmi baru-baru ini bahwa Majelis Pakar Iran telah memilih pemimpin baru Revolusi Islam, kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih pemimpin tertinggi mereka," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Kecam Serangan AS dan Israel

Selain menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan baru Iran, Pyongyang juga melontarkan kritik keras terhadap serangan militer gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Menurut pernyataan tersebut, pemerintah Korea Utara menyatakan keprihatinan serius atas tindakan yang dianggap sebagai agresi militer terhadap Iran.

Juru bicara tersebut melanjutkan bahwa pemerintahnya menyatakan keprihatinan serius dan mengecam keras tindakan agresi AS dan Israel yang menghancurkan fondasi perdamaian dan keamanan regional serta meningkatkan ketidakstabilan di seluruh dunia dengan melancarkan serangan militer ilegal terhadap Iran.

Konflik Timur Tengah Memanas

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang hingga saat ini dan memicu reaksi keras dari Teheran.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan menggunakan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta beberapa negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.

Serangan balasan itu dilaporkan menyebabkan delapan anggota militer AS tewas, menambah eskalasi konflik yang kini menjadi perhatian dunia internasional.

Situasi ini membuat banyak pihak khawatir bahwa konflik tersebut dapat berkembang menjadi krisis regional yang lebih luas jika tidak segera diredakan melalui jalur diplomasi. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#iran #korut #konflik timur tengah #Mojtaba Khamenei #as #israel