Daerah Gaya Hidup Hiburan Internasional Jatim Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Opini Pacitan Ponorogo

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Hanya Kapal AS dan Israel yang Dibatasi

Ockta Prana Lagawira • 2026-03-16 13:01:46
Iran menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka, namun kapal tanker AS, Israel, dan sekutunya tidak diizinkan melintas.
Iran menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka, namun kapal tanker AS, Israel, dan sekutunya tidak diizinkan melintas.

JAKARTA - Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap dapat dilalui kapal dari berbagai negara, meski akses dibatasi bagi kapal milik Amerika Serikat (AS), Israel, dan sekutu-sekutu mereka. 

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan udara AS terhadap fasilitas minyak Iran di Pulau Kharg.

Baca Juga: Hasil Undian AVC Champions League 2026: Bhayangkara vs Zhayik, Garuda Jaya Tantang Juara Iran 

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan jalur pelayaran strategis tersebut tidak ditutup sepenuhnya, meskipun Iran mengambil langkah pembatasan terhadap kapal negara yang dianggap sebagai musuh.

“Faktanya, Selat Hormuz tetap terbuka,” ujarnya dalam wawancara dengan penyiar MS NOW, Sabtu (14/3/2026).

Ia menegaskan pembatasan hanya berlaku bagi kapal tanker dan kapal milik negara yang melakukan serangan terhadap Iran.

Baca Juga: Oase Sepak Bola Putri: PSSI Siapkan Pramusim Tahun Ini, Liga 1 Putri Resmi Bergulir 2027! 

“Selat itu hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh kita, mereka yang menyerang kita beserta sekutu mereka. Negara lain bebas melintas,” jelas Araghchi, dikutip Times of India, Minggu (15/3/2026).

Araghchi kembali menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak berarti Iran menutup jalur pelayaran bagi semua negara.

“Saya bisa katakan, Selat itu tidak ditutup untuk semua, tetapi hanya untuk kapal dan tanker Amerika serta Israel, bukan untuk yang lain.”

Menurutnya, sejumlah kapal memilih menghindari jalur Selat Hormuz karena kekhawatiran soal keamanan. Namun ia menilai keputusan tersebut bukan karena kebijakan Iran.

Baca Juga: Puncak Mudik 16-18 Maret, Menhub Dudy Pastikan Penyeberangan Jawa-Sumatera via Banten Lancar 

Ia menyebut kekhawatiran tersebut “tidak ada kaitannya dengan Iran.”

Iran Kritik Payung Keamanan AS

Dalam pernyataan terpisah melalui platform X, Araghchi juga mengkritik klaim Amerika Serikat yang selama ini menyebut dirinya sebagai penjamin keamanan kawasan.

Ia menilai “payung keamanan” yang diklaim Washington memiliki banyak kelemahan dan justru berpotensi memicu persoalan baru, bukan meredam konflik.

Baca Juga: Timnas Voli Indonesia OTW Gacor, PBVSI Naturalisasi Empat Pemain Brasil Demi Mimpi Olimpiade 2032 

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta negara-negara yang bergantung pada pasokan energi melalui Selat Hormuz ikut berperan dalam menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan AS siap berkoordinasi dengan berbagai negara untuk memastikan distribusi energi global tetap berjalan.

“Negara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut, dan kami akan membantu, sangat! AS juga akan berkoordinasi dengan negara-negara tersebut agar semuanya berjalan cepat, lancar, dan baik,” tulis Trump.

Baca Juga: Program MBG Diawasi Ketat, 55 Dapur SPPG di Magetan Sudah Bersertifikat 

Trump juga menyebut sejumlah negara yang berpotensi terlibat dalam misi pengamanan kawasan tersebut, termasuk China, Perancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, serta negara lain yang memiliki kepentingan terhadap stabilitas pasokan energi global.

Sebelumnya, Trump juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap melakukan serangan balasan di wilayah pesisir Iran serta mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz guna mencegah gangguan keamanan.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, laporan Reuters menyebut dua kapal tanker berbendera India yang mengangkut gas minyak cair berhasil melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan.

Baca Juga: Hasil Final Swiss Open 2026 Hari Ini: Si Kembar Taiwan Juara! Lee Fang Chih/Lee Fang Jen Kalahkan Lundgaard/Vestergaard 

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global melewati jalur sempit yang berada di antara wilayah Iran dan Oman tersebut.

Kemampuan Iran untuk membatasi akses di kawasan ini dinilai memiliki dampak strategis besar terhadap stabilitas pasokan energi dunia serta kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya.

Editor : Ockta Prana Lagawira
#jalur minyak dunia #Geopolitik Timur Tengah #amerika serikat #donald trump #iran #selat hormuz #konflik Iran AS #israel