Jawa Pos Radar Madiun - Memasuki pekan keempat Maret 2026, ketegangan di Timur Tengah mencapai babak baru.
Laporan dari lembaga penyiaran publik Israel, KAN, mengungkapkan adanya keretakan pandangan antara Amerika Serikat (di bawah administrasi Donald Trump) dan Israel mengenai strategi mengakhiri perang melawan Iran.
Meskipun operasi militer telah menelan korban lebih dari 1.340 jiwa sejak 28 Februari, upaya mediasi melalui Pakistan mulai membuahkan draf kesepakatan 15 poin yang kini sedang digodok.
Baca Juga: Panduan Memilih HP untuk Editing: RAM Wajib 8GB, Rendering Ngebut tanpa Lag
Tiga Isu Utama Perselisihan AS-Israel
| Titik Konflik | Pandangan AS (Estimasi) | Kekhawatiran Israel |
| Program Rudal Balistik | Negosiasi batasan jangkauan/jumlah. | Tuntutan penghapusan total. |
| Uranium Diperkaya | Transfer ke pengawasan IAEA. | Kekhawatiran disembunyikan untuk nuklir. |
| Sanksi Ekonomi | Pelonggaran bertahap sebagai insentif. | Penolakan sebelum ancaman benar-benar hilang. |
Iran Sudah Sampaikan Tuntutan
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Teheran telah merespons usulan 15 poin dari AS melalui mediator Pakistan. Pejabat Iran menekankan beberapa poin "harga mati" sebagai syarat penghentian serangan:
-
Penghentian Total: Stop serangan udara dan pembunuhan di semua front.
-
Jaminan Keamanan: Komitmen internasional bahwa perang tidak akan terulang.
-
Kompensasi Perang: Ganti rugi atas kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
-
Kedaulatan Selat Hormuz: Pengakuan penuh atas kendali Iran di jalur energi vital tersebut.
Baca Juga: Dua Kursi Staf Ahli Bupati Magetan Kosong, Lima Jabatan Eselon II Juga Belum Terisi
Dilema Gencatan Senjata Donald Trump
Sumber politik di Israel menyatakan kekhawatiran bahwa Presiden Donald Trump kemungkinan akan mendorong gencatan senjata sementara (satu bulan).
Langkah ini dipandang Israel sebagai peluang bagi Iran untuk melakukan konsolidasi kekuatan (re-grouping) setelah kehilangan pemimpin tertinggi mereka.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem, BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Madiun
Kilas Balik Konflik Februari-Maret 2026
-
28 Februari 2024: Dimulainya serangan udara besar-besaran AS-Israel ke wilayah Iran.
-
Target Utama: Menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Ali Khamenei.
-
Balasan Iran: Serangan drone dan rudal ke wilayah Israel serta basis militer AS di Yordania, Irak, dan Teluk.
-
Dampak Global: Harga minyak dunia bergejolak dan gangguan rantai pasok energi internasional.
Ketegangan antara Trump dan pemerintah Israel menunjukkan bahwa AS mulai memprioritaskan stabilitas ekonomi dan penghentian keterlibatan militer langsung.
Sementara Israel tetap pada pendirian untuk menumpas habis ancaman eksistensial dari Teheran.
Pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz akan menjadi poin paling sulit diterima oleh koalisi Barat karena implikasinya terhadap keamanan energi global. (naz)
Editor : Mizan Ahsani