Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Delapan Negara Sepakat Naikkan Produksi Minyak Mei 2026, Sinyal Harga BBM di Indonesia Bakal Stabil?

Titis Osi Kurniawan • Senin, 6 April 2026 | 10:04 WIB
Kebijakan efisiensi energi mulai didorong pemerintah menyusul terganggunya distribusi minyak dunia akibat konflik global. (RADAR MADIUN)
Kebijakan efisiensi energi mulai didorong pemerintah menyusul terganggunya distribusi minyak dunia akibat konflik global. (RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Delapan negara anggota OPEC+ yang menerapkan pemangkasan produksi secara sukarela resmi menyepakati kenaikan batas gabungan produksi minyak bumi.

Dalam pengumuman pada Minggu (5/4), organisasi tersebut menyatakan akan menambah pasokan sebesar 206.000 barel per hari (bpd) pada Mei 2026 dibandingkan level April.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen kolektif negara-negara produsen minyak untuk menjaga keseimbangan antara pasokan global dan permintaan pasar yang dinamis.

Rincian Kuota Produksi Negara Anggota (Mei 2026)

Penyesuaian produksi ini melibatkan delapan negara kunci, yaitu Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman.

Berikut adalah detail kuota produksi terbaru yang mulai berlaku bulan depan:

Negara Anggota Kenaikan (bpd) Target Produksi Mei 2026 (juta bpd)
Arab Saudi - 10,228
Rusia +62.000 9,699
Irak - 4,326
UEA - 3,447
Kuwait +26.000 2,612
Kazakhstan +10.000 1,589
Aljazair +6.000 0,983
Oman +5.000 0,821

Baca Juga: Update IHSG Senin Pagi Hari Ini: Pasar Saham Tertekan Konflik Iran-AS, Waspada Volatilitas

Analisis Kebijakan: Komitmen Stabilitas Pasar

Keputusan ini merupakan penyesuaian dari tambahan pemangkasan sukarela sebesar 1,65 juta bpd yang sebelumnya diumumkan pada April 2023.

Kenaikan bertahap ini menunjukkan bahwa OPEC+ mulai melonggarkan kebijakan pengetatan pasokan seiring dengan penilaian mereka terhadap stabilitas harga minyak dunia.

Rusia mendapatkan porsi kenaikan terbesar (+62.000 bpd), yang akan membawa level produksinya mendekati angka 9,7 juta bpd.

Negara Teluk seperti Kuwait dan Oman juga mendapatkan relaksasi kuota guna memenuhi kebutuhan ekspor regional.

Mengenal OPEC dan Peran Strategisnya

Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) didirikan pada 14 September 1960 di Baghdad, Irak.

Tujuan utamanya adalah mengoordinasikan kebijakan perminyakan antarnegara anggota demi menjamin harga yang adil bagi produsen dan pasokan yang efisien bagi konsumen.

Indonesia sendiri memiliki sejarah panjang dengan organisasi ini sejak 1962, sebelum akhirnya memutuskan keluar pada 2016.

Pelaku pasar energi kini menantikan pertemuan OPEC+ selanjutnya yang dijadwalkan pada 3 Mei 2026.

Pertemuan tersebut diprediksi akan mengevaluasi dampak dari kenaikan produksi ini terhadap harga minyak mentah global, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Penambahan produksi sebesar 206.000 bpd pada Mei 2026 menjadi sinyal positif bagi pasar energi dunia.

Kebijakan ini diharapkan mampu meredam volatilitas harga tanpa mengganggu keseimbangan pasokan yang telah dijaga ketat selama tiga tahun terakhir. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#update bbm #open #arab #rusia #harga minyak dunia