Jawa Pos Radar Madiun - Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan pernyataan resmi terkait kondisi terbaru prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
Melalui Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, dipastikan bahwa personel RI yang terluka dalam ledakan di El Adeisse, Lebanon selatan pada Jumat (3/4), kini dalam kondisi stabil.
Insiden El Adeisse ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian Indonesia di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon selatan pada awal April 2026.
Kronologi dan Kondisi Korban Terakhir
Ledakan yang terjadi di posisi PBB El Adeisse mengakibatkan tiga personel UNIFIL asal Indonesia terluka. Berikut detail penanganannya:
-
Dua Personel: Mengalami luka cukup parah dan langsung dievakuasi ke rumah sakit di Marjayoun. Saat ini, keduanya dilaporkan sudah dalam kondisi stabil.
-
Satu Personel: Mengalami luka ringan dan telah mendapatkan pertolongan medis langsung di lokasi kejadian.
Atas insiden ini, PBB mengungkapkan "keprihatinan serius" kepada tentara Israel terkait penghancuran kamera pengawas markas UNIFIL serta meningkatnya intensitas serangan yang menyasar personel penjaga perdamaian.
Baca Juga: Update Harga HP Xiaomi April 2026: Redmi A5 Naik Rp 200 Ribu, 15T Capai Rp 7,5 Juta
Daftar Prajurit TNI Korban Misi UNIFIL (Maret-April 2026)
Tragedi di El Adeisse merupakan insiden serius ketiga yang berdampak pada personel Indonesia dalam kurun waktu singkat. Berikut adalah data akumulasi korban:
| Status | Nama Prajurit | Insiden |
| Gugur (29/3) | Praka Farizal Rhomadhon | Tembakan Artileri |
| Gugur (30/3) | Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar | Serangan Konvoi Pasukan |
| Gugur (30/3) | Sertu Muhammad Nur Ikhwan | Serangan Konvoi Pasukan |
| Terluka (8 Orang) | Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, & 3 Personel Insiden El Adeisse (3/4). | Ledakan & Serangan Senjata |
Perkembangan Investigasi PBB
Terkait serangan maut pada akhir Maret lalu yang menyebabkan tiga prajurit TNI gugur, Stephane Dujarric memastikan bahwa hasil penyelidikan masih dalam proses.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus mendesak transparansi dan akuntabilitas dari pihak-pihak yang terlibat untuk menjamin keamanan personel sesuai hukum internasional.
Hingga saat ini, tercatat total delapan prajurit TNI terluka dan tiga prajurit gugur dalam menjalankan misi perdamaian di Lebanon sepanjang awal tahun 2026.
PBB terus mendesak semua pihak untuk mematuhi hukum internasional dan menjamin keselamatan blue helmets yang bertugas di medan konflik. (naz)
Editor : Mizan Ahsani