JAKARTA - Ketegangan di Timur Tengah mulai menunjukkan tanda mereda.
Di tengah konflik yang sempat memicu kekhawatiran global, Iran dan Amerika Serikat membuka peluang gencatan senjata. Namun, kesepakatan ini tidak datang tanpa syarat.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Iran bersedia menyetujui gencatan senjata jika serangan terhadap negaranya dihentikan.
Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata dengan Iran, Selat Hormuz Dibuka
Dia menambahkan, "selama periode dua minggu, jalur pelayaran aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan".
Menurut Araghchi, implementasi tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran, dengan mempertimbangkan berbagai keterbatasan teknis di lapangan.
Baca Juga: Nasib Gaji ke-13 Pensiunan ASN TNI Polri 2026 Belum Final, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya
Selat Hormuz Jadi Titik Kunci
Kesepakatan ini tidak lepas dari posisi strategis Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi energi dunia.
Pembukaan akses pelayaran menjadi syarat utama dalam negosiasi antara kedua pihak.
Dengan dibukanya jalur tersebut, potensi gangguan pasokan minyak global diharapkan bisa ditekan.
Hal ini sekaligus menjadi indikator awal stabilitas di kawasan yang sebelumnya memanas.
Presiden AS Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump lebih dulu mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan melalui platform Truth Social.
"Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," ujar Trump di Truth Social.
"Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah!"
Trump menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah komunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir.
"Berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir, di mana mereka meminta saya untuk menahan mengirim angkatan penghancur ke Iran dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara menyeluruh, segera, dan aman, maka saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan ke Iran selama dua pekan. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah," kata Trump di platform Truth Social.
Baca Juga: Klasemen MPL ID S17 Pekan Kedua: TLID di Puncak Ditempel Ketat ONIC, RRQ "Sang Raja" di Dasar
AS Klaim Target Militer Sudah Tercapai
Trump menegaskan bahwa penghentian serangan bukan karena tekanan eksternal, melainkan karena tujuan militer telah tercapai.
"Kami juga telah mencapai dan melampaui seluruh tujuan militer".
Ia juga menyebut bahwa proses menuju kesepakatan damai jangka panjang sudah berada di tahap lanjut.
"Kami juga telah mencapai tahap yang sangat jauh terkait kesepakatan yang definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah," ujar presiden AS itu.
Arah Baru Konflik Timur Tengah
Gencatan senjata dua pekan ini menjadi momen penting dalam dinamika konflik Iran-AS. Dengan keterlibatan Pakistan dan fokus pada Selat Hormuz, negosiasi kini tidak hanya menyangkut aspek militer, tetapi juga stabilitas energi global.
Langkah ini membuka peluang baru menuju deeskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Editor : Ockta Prana Lagawira