Jawa Pos Radar Madiun - Kabar gembira bagi para pelaku pasar modal Tanah Air.
Setelah sempat dihantui tren koreksi yang cukup panjang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil memantul kuat dan ditutup terbang 4,42 persen pada perdagangan hari Rabu (8/4/2026).
Indeks sukses menguat signifikan sebesar 308 poin, membawanya kembali ke level psikologis 7.279,21.
Kebangkitan pasar ini diwarnai oleh nilai transaksi yang fantastis, mencapai Rp 22,86 triliun dan melibatkan 43,06 miliar lembar saham dalam 2,43 juta kali transaksi.
Secara keseluruhan, pergerakan saham didominasi zona hijau dengan 623 saham naik, sementara hanya 101 saham turun, dan 95 lainnya stagnan.
Baca Juga: Israel Serang 100 Lokasi saat Gencatan Senjata AS dan Iran Berlaku, Ratusan Orang Tewas
Sejalan dengan euforia penguatan IHSG tersebut, investor asing (foreign investor) terpantau mulai gencar masuk ke bursa domestik.
Tercatat, aksi beli bersih (net foreign buy) menyentuh angka Rp 632,68 miliar di seluruh pasar.
Perinciannya, arus dana asing masuk sebesar Rp 572,31 miliar di pasar reguler dan Rp 59,67 miliar di pasar negosiasi maupun tunai.
Mengutip data dari Stockbit, perburuan saham oleh investor asing ini berfokus pada sektor perbankan raksasa dan emiten tambang.
Berikut adalah 10 saham dengan nilai net foreign buy terbesar pada perdagangan Rabu kemarin.
Baca Juga: RSUD Dolopo Gelar FKP 2026, Bupati Madiun Tekankan Layanan Kesehatan Berkualitas
-
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp 142,80 miliar
-
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp 142,54 miliar
-
PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp 96,09 miliar
-
PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp 93,47 miliar
-
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp 92,53 miliar
-
PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp 90,55 miliar
-
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) - Rp 79,55 miliar
-
PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) - Rp 61,30 miliar
-
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) - Rp 57,20 miliar
-
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) - Rp 40,82 miliar
Baca Juga: Plastik vs Paper Bag: Mana yang Benar-Benar Ramah Lingkungan di Tahun 2026?
Secara garis besar, kembalinya aliran dana asing ke bursa nasional ini diharapkan menjadi katalis positif untuk menopang laju penguatan IHSG pada sesi perdagangan selanjutnya. (*)
Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura