Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

IHSG Rehat Sejenak, Turun 0,56 Persen Imbas Ketegangan Baru AS-Iran dan Sinyal The Fed

Mizan Ahsani • Kamis, 9 April 2026 | 09:26 WIB
Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia
Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia

Jawa Pos Radar Madiun - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari Kamis (9/4/2026) dengan langkah mundur.

Indeks dibuka melemah 0,56 persen atau turun 40,74 poin, membawanya turun ke level 7.238,46.

Koreksi pada pagi hari ini merupakan hal yang wajar terjadi sebagai bentuk aksi ambil untung (profit taking) dari para investor.

Baca Juga: IHSG Terbang 4,42 Persen Pasca-Koreksi, Asing Ramai-Ramai Borong 10 Saham Ini!

Hal ini terjadi setelah indeks sempat terbang melesat lebih dari 4 persen pada perdagangan hari Rabu kemarin.

Pada awal pembukaan, nilai transaksi tercatat mencapai Rp 319,62 miliar yang melibatkan 504,16 juta lembar saham.

Adapun saham-saham perusahaan besar yang paling aktif diperjualbelikan oleh investor pagi ini di antaranya adalah BUMI, BBCA, BBRI, BMRI, dan DEWA.

Baca Juga: Israel Serang 100 Lokasi saat Gencatan Senjata AS dan Iran Berlaku, Ratusan Orang Tewas

Dihantui Sentimen Negatif Global

Pelemahan laju bursa saham domestik hari ini sangat dipengaruhi oleh sejumlah sentimen kurang sedap dari pasar internasional.

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Batal
Harapan damai yang baru saja muncul kemarin kembali meredup. Parlemen Iran secara terbuka menuduh Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Pelanggaran yang dituduhkan meliputi penolakan hak Iran untuk memperkaya uranium, serangan Israel di Lebanon, hingga masuknya drone ke wilayah udara Iran.

Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
Sebagai imbas langsung dari memanasnya kembali tensi di Timur Tengah, harga minyak dunia yang kemarin sempat anjlok drastis kini kembali merangkak naik.

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 2,3 persen menjadi US$ 96,63 per barel.

Ancaman Suku Bunga The Fed
Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) kembali memberikan sinyal tegas (hawkish).

Akibat tingkat inflasi yang tak kunjung turun dari target 2 persen (imbas mahalnya harga energi dunia), sejumlah pejabat The Fed kini justru mulai mempertimbangkan opsi untuk menaikkan suku bunga, alih-alih menurunkannya.

Baca Juga: Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan di Indonesia: Dari Singkong hingga Rumput Laut!

Situasi pasar keuangan saat ini sedang sangat sensitif terhadap dinamika berita geopolitik dan ekonomi Amerika Serikat.

Dengan arah angin yang cepat berubah, investor disarankan untuk tetap waspada dan tidak terburu-buru mengambil keputusan (wait and see) di tengah pasar yang masih bergejolak ini. (*)

*Sayiddil Akbar Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#suku bunga #ihsg #the fed #konflik AS Iran