Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pakar Sebut Iran Menang Telak atas AS Pasca Gencatan Senjata, Ini Alasannya

Mizan Ahsani • Kamis, 9 April 2026 | 13:23 WIB
Bendera Iran (Pixabay)
Bendera Iran (Pixabay)

Jawa Pos Radar Madiun - Kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memunculkan perspektif baru.

Narasi deeskalasi yang digaungkan pemerintahan Donald Trump dinilai bukan simbol kemenangan, melainkan manuver darurat untuk menghindari kerugian politik dan ekonomi yang lebih besar.

Baca Juga: Jelang Duel Persija vs Persebaya: Badai Cedera Masih Menghantui, Bernardo Tavares Dipaksa Putar Otak

Presiden Pusat Studi Timur Tengah, Murad Sadygzade, menyebut Iran keluar sebagai pemenang sejati dalam fase konflik ini.

Menurutnya, Teheran berhasil bertahan, meredam gempuran militer, dan menolak tunduk pada tekanan maksimal AS beserta sekutunya.

"Langkah mundur Trump pada jam-jam terakhir sebelum ultimatumnya berakhir adalah manuver terpaksa dari pemimpin yang mendesak mencari jalan keluar.

Serangan eksternal itu justru memperkuat persatuan rakyat Iran, bukan memecah belahnya," ujar dosen tamu Universitas HSE Moskow tersebut.

Baca Juga: Bulan Ini Meluncur! Intip Bocoran Gila Redmi K90 Max, Ponsel Gaming Pertama Xiaomi dengan Kipas Pendingin Internal

Lebih lanjut, Sadygzade menyoroti runtuhnya citra AS sebagai pelindung keamanan Timur Tengah.

Negara-negara monarki Arab kini mulai meragukan komitmen militer Washington, sementara sekutu Eropa lebih memilih jalur diplomasi ketimbang terseret dalam kekacauan peperangan.

Di sisi lain, jeda konflik ini dinilai memberi celah bagi Israel untuk mengamankan agenda militernya di Lebanon Selatan tanpa sorotan tajam dunia.

Pada akhirnya, situasi geopolitik saat ini menegaskan batas kemampuan AS.

"Dunia melihat bahwa Iran mungkin terluka parah, namun sulit dipatahkan. Ini adalah bukti nyata keterbatasan kekuatan Amerika," pungkasnya. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#perang #amerika serikat #donald trump #iran #gencatan senjata